Penangkapan Menteri Edhy, KPK Turunkan Tiga Kasatgas

"Salah satu Kasatgas tersebut benar Novel Baswedan,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 25 Nov 2020 12:25 WIB

Author

Muthia Kusuma

Penangkapan Menteri Edhy, KPK Turunkan Tiga Kasatgas

Ilustrasi: Tangkapan layar streaming video pidato Menteri KKP Eddy Prabowo saat hari Antikorupsi 9 Desember 2019. (KKP)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap di bandara Soekarno Hatta 1.23 WIB dini hari tadi. KPK belum menginformasikan kapan tepatnya pengumuman kepada publik dalam konferensi pers terkait pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka. 

Jubir KPK, Ali Fikri memastikan bahwa penugasan penangkapan Menteri Edhy itu resmi.

"Kegiatan ini dilakukan oleh tim KPK atas penugasan resmi dengan menurunkan lebih tiga Kasatgas baik penyelidikan dan penyidikan termasuk juga dari JPU yang ikut dalam kegiatan dimaksud. Salah satu Kasatgas tersebut benar Novel Baswedan," ucap Ali Fikri kepada KBR, Rabu (25/11/2020).

Sebelumnya  Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menegaskan Menteri Edhy tengah diperiksa oleh tim KPK. Edhy Prabowo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra bidang Keuangan itu ditangkap bersama keluarga dan pejabat KKP terkait kasus ekspor benur. 

KPK mengklaim menemukan banyak barang bukti terkait terlibatnya Edhy dalam kasus ekspor benur. Namun, KPK belum menjelaskan secara rinci terkait barang bukti yang disita.

Sebelumnya kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Edhy Prabowo yang membuka keran ekspor benur menimbulkan polemik. Pasalnya kebijakan tersebut bertentangan dengan Menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti. Dalam akun twitter resmi milik Susi Pudjiastuti kala itu mencuitkan bahwa ekspor benur hanya menguntungkan pengusaha besar.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kala Jurnalis Kampus Bersua Kelompok Minoritas Agama

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Mudik dan Wisata

Kabar Baru Jam 10