Pemerintah: Belum Ada Kabar Kehalalan Calon Vaksin

MUI akan berhati-hati terkait proses verifikasi kehalalan vaksin ini.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Nov 2020 20:42 WIB

Author

Astri Septiani

Pemerintah: Belum Ada Kabar Kehalalan Calon Vaksin

Ilustrasi Sertifikat Halal

KBR, Jakarta- Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyatakan belum ada kepastian mengenai kehalalan calon vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Hal ini disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi.

Masduki mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan hasil kunjungan Majelis Ulama Indonesia ke Tiongkok terkait pemantauan produksi serta penelitian vaksin ini.

Ia menyebut, MUI akan berhati-hati terkait proses verifikasi kehalalan vaksin ini. Selanjutnya menurut dia, jika hasil sudah didapat maka akan segera dilaporkan kepada pemerintah.

"Cukup rawan kalo kita tidak hati-hati maka akan lebih baik kalo MUI itu betul2 berhati-hati di dalam menyampaikan persoalan ini, verifikasi juga harus pasti betul," kata Masduki di kantor wapres, Jumat(6/11/20).

Menurutnya proses verifikasi kehalalan vaksin Covid19 tidak dilakukan sederhana dan membutuhkan proses yang panjang.

Ia menambahkan, kehalalan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Ini dilakukan agar masyarakat tidak ragu dalam mendapat vaksin.

Pendaftaran Kehalalan Vaksin

Perusahaan pengadaan vaksin asal Indonesia PT Bio Farma menyebut saat ini proses sertifikasi halal calon vaksin asal Tiongkok (Sinovac) sedang dilakukan.

Kepala Divisi Unit Klinik dan Imunisasi Bio Farma, Mahsun Muhammadi menjelaskan sertifikasi ini telah didaftarkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada 15 Oktober lalu.

Selanjutnya, pada awal November ini tim sertifikasi dan Bio Farma mengaudit proses pengembangan vaksin di Tiongkok.

Audit yang dilakukan di Tiongkok ini untuk memastikan vaksin Covid-19 memenuhi kriteria kualitas, keamanan serta kehalalan produk.

Meyakinkan Masyarakat

Selain mendaftarkan ke BPJPH dan audit pengembangan ke Tiongkok, guna melancarkan proses sertifikasi halal ini, Bio Farma juga melakukan komunikasi kepada dua organisasi masyarakat keagamaan Muhammadiyah dan NU.

Jika vaksin ini sudah tersedia dan siap dipakai maka Muhammadiyah dan NU memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat.

Sementara untuk jangka panjang setelah vaksin ini tersedia, Bio Farma juga berencana bekerja sama dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Jika vaksin ini sudah diakui kehalalannya di Indonesia maka bisa digunakan di luar negeri, sebaliknya jika negara OKI mengembangkan vaksin yang sama dan dinyatakan halal, maka (vaksin) dapat digunakan di Indonesia," ujar Mahsun dalam Webinar Vaksinasi COVID-19 di Indonesia: Dimana Peran Masyarakat, Rabu (28/10/2020).


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah