Pemerintah : Stunting Turun Rata-Rata 1,6 Persen Pertahun

Tahun tahun 2018 prevalensi stunting sebesar 30,8% sementara pada tahun 2019 menurun menjadi 27,7%.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Nov 2020 18:34 WIB

Author

Astri Septiani

Pemerintah : Stunting Turun Rata-Rata 1,6 Persen Pertahun

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting turun sekitar 3,1%.

Sebelumnya pada tahun tahun 2018 prevalensi stunting sebesar 30,8% sementara pada tahun 2019 menurun menjadi 27,7%.

Sekretaris Eksekutif (Ad Interim) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto mengatakan rata-rata penurunan stunting adalah sebesar 1,6% per tahun.

"Jika ditarik lebih jauh dari tahun 2013, maka rata-rata penurunan adalah sebesar 1,6% per tahun," ungkap Bambang saat membuka Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Stunting 2018 - 2024 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020).

Bambang yang juga Staf Khusus Wapres mengatakan pemerintah pusat terus menggalakkan berbagai program percepatan pencegahan stunting dengan melibatkan pemerintah daerah.

Hingga kini, menurutnya, terdapat 260 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah prioritas penanganan stunting. Ia juga menegaskan 258 kepala daerah dari wilayah prioritas tersebut telah menandatangani komitmen untuk melakukan percepatan pencegahan stunting di wilayahnya.

Lebih jauh, Bambang mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan program kepada pemerintah daerah untuk pencegahan stunting.

Adapun total dana yang dialokasikan untuk program dan kegiatan yang dikelola oleh Kementerian dan Lembaga pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 29 triliun, sedangkan tahun 2020 mencapai Rp 27,5 triliun.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM