Partisipasi Angkatan Kerja Penyandang Disabilitas Sangat Rendah

Partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas hanya 46 persen

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Nov 2020 13:50 WIB

Author

Resky Novianto

Partisipasi Angkatan Kerja Penyandang Disabilitas Sangat Rendah

Sejumlah penyandang disabilitas membuat suvenir berupa bros di Balai Desa Janti, Kediri, Jawa Timur (Foto: Antara/Prasetia Fauzani)


KBR, Jakarta- Tingkat partisipasi angkatan kerja oleh penyandang disabilitas khususnya di sektor formal di Indonesia terbilang sangat rendah. Direktur Ketenagakerjaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Mahatmi Parwintasari mengatakan, partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas hanya 46 persen, sedangkan non disabilitas mencapai 70 persen. Kata dia, penyandang disabilitas condong berada di rumah.

"Kami sampaikan disini kondisi ketenagakerjaan penyandang disabilitas, bahwa untuk penyandang disabilitas case untuk masuk angkatan kerja itu jauh lebih rendah daripada yang non disabilitas. Terlihat bahwa kaum disabilitas itu tingkat partisipasi angkatan kerjanya hanya 46 persen, sementara untuk non disabilitas itu mencapai 70 persen. Berarti kebanyakan kaum disabilitas itu merupakan bukan angkatan kerja, jadi memilih untuk berada di rumah dan tidak aktif secara ekonomi," ujar Mahatmi saat Webinar di Kanal Solider Channel (12/11/2020)

Mahatmi mengatakan rendahnya tingkat partisipasi penyandang disabilitas, dipengaruhi oleh ketersediaan lapangan kerja bagi difabel yang lebih banyak di sektor pelayanan dan jasa, ketimbang industri. Menurutnya, partisipasi penyandang disabilitas dalam sektor industri masih dibawah 11 persen. Mahatmi menyebut, masalah utama yang memicu hal tersebut, yakni tidak tersedianya aksesibilitas di lingkungan kerja, kesenjangan sosial, dan pelatihan pendidikan yang tidak inklusif.

"Ada satu hal yang membuka peluang penyandang disabilitas untuk berkontribusi di dunia kerja. Peluang itu adalah pemanfaatan teknologi yang mampu menciptakan diversifikasi keterampilan, terutama bagi penyandang disabilitas," pungkasnya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah