Menkeu: Sektor Digital Ekonomi Indonesia Sangat Luar Biasa

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp413 triliun untuk infrastruktur dan Rp30 triliun untuk teknologi informasi dan kounikasi (ICT) pada APBN 2021.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Nov 2020 21:24 WIB

Author

Astri Septiani

Menkeu: Sektor Digital Ekonomi Indonesia Sangat Luar Biasa

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor digital ekonomi.

Meski begitu kata dia, potensi tersebut tak bisa terwujud jika tidak didukung beberapa hal, seperti infrastruktur.

"Makanya kita perlu membangun infrastruktur. Kita tahu bahwa reference dari world economic forum menggambarkan bahwa potensi Indonesia itu hanya akan bisa terjadi apabila kita meng-address 4 isu yaitu infrastruktur termasuk ICT, SDM capacity kita untuk mengadopsi ICT, institusi dan regulasi," kata Sri di Opening Ceremony Pekan Fintech (11/11/20).

Sri Mulyani menyebut pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp413 triliun untuk infrastruktur dan Rp30 triliun untuk teknologi informasi dan kounikasi (ICT) pada APBN 2021.

Ia menjabarkan, anggaran ini bakal digunakan untuk membangun transmisi di lebih dari 5 ribu desa, sementara saat ini masih ada 12 ribu desa yang belum terkoneksi ICT.

Pemerintah kata dia juga bakal membangun koneksi internet di 12.377 lokasi layanan publik. Kemudian akan membangun pusat data nasional serta melakukan update data-data masyarakat.

Selain itu kata dia pemerintah juga akan menciptakan digitalisasi di sektor pendidikan.

Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia

Sri Mulyani menjelaskan, dari laporan yang dirilis Temasek, ekonomi digital Indonesia akan berkembang pesat pada 2025 mendatang dari berbagai bidang.

Pertama, dari bidang internet, ekonomi digital RI diproyeksi naik lebih dari tiga kali lipat yakni dari US$ 40 miliar menjadi US$ 133 miliar.

Kemudian, melalui e-commerce naik empat kali lipat dari US$ 20 miliar ke US$ 82 miliar dan online traveling naik 2,5 kali lipat dari US$ 10 miliar menjadi US$ 25 miliar.

Lalu dari media berpotensi naik dari US$ 3,5 miliar menjadi US$ 9 miliar dan melalui ride hailing dari US$ 5,7 miliar ke US$ 18 miliar.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Pemerintah Ambil Alih Taman Mini Indonesia Indah

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 12