KPK Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Terkait Stadion Mandala Krida DIY

Ia diperiksa di Gedung KPK bersama 8 orang lainnya yang berstatus sebagai saksi

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Nov 2020 14:09 WIB

Author

Muthia Kusuma

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Terkait Stadion Mandala Krida DIY

Ilustrasi KPK

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Pokja Pembangunan Stadion Mandala Krida DIY 2016 dan 2017, Dedi Risdiyanto. Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis menjelaskan, pemeriksaan Dedi yang merupakan PNS Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi SDM ini terkait dengan dugaan korupsi pekerjaan pembangunan stadion Mandala Krida APBD TA 2016-2017 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia diperiksa di Gedung KPK bersama 8 orang lainnya yang berstatus sebagai saksi.

"Saksi-saksi yang dipanggil KPK hari ini yaitu Gustik Lestarna selaku PNS Bappeda DIY, Pokja Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida 2017. Novel Arsyad Direktur Human Capital & Pengembangan PT Wijaya Karya (WIKA), Erwin Alexander yaitu Wiraswasta CV Sukses Mandiri Teknik," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (24/11/2020).

Jubir KPK Ali Fikri menambahkan, saksi lainnya yang juga dihadirkan oleh penyidik KPK adalah anggota POKJA 2 Pembangunan Stadion Mandala Krida DIY 2016 dan 2017 sekaligus PNS Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. PNS Setda DIY Pokja Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida 2017, Joko Susilo, serta tiga orang swasta, yakni Hery Kristiyanto, Irfan Fikri Aulia dan Sigit Susilo Arbiansyah.

Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, pengumuman penetapan tersangka akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka. Ia pun menegaskan akan menyampaikan terkait perkembangan perkara kepada publik secara transparan dan akuntabel sebagimana amanat UU KPK.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kala Jurnalis Kampus Bersua Kelompok Minoritas Agama

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Mudik dan Wisata

Kabar Baru Jam 10