Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta SDM Bidang Teknologi Informasi

Ahli IT dibutuhkan untuk mendorong percepatan ekonomi digital di tanah air

BERITA | NASIONAL

Rabu, 18 Nov 2020 12:57 WIB

Author

Resky Novianto

Jokowi: Indonesia Butuh 9 Juta SDM Bidang Teknologi Informasi

Ilustrasi Coding. (Foto: Kevin Ku/Unsplash)


KBR, Jakarta- Indonesia membutuhkan 9 juta sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi (IT) hingga 2035. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di acara Google for Indonesia 2020. Jokowi mengatakan saat ini banyak terdapat kekosongan SDM di bidang tersebut. Padahal, ahli IT dibutuhkan untuk mendorong percepatan ekonomi digital di tanah air.

"Kita butuh lebih banyak pelatihan-pelatihan untuk mengasah kemampuan SDM IT, sehingga mampu menutupi kebutuhan 9 juta talenta digital nasional hingga tahun 2035. Untuk memenuhi target 9 juta talenta digital nasional tersebut, tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah tapi harus dilakukan bersama-sama baik oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun swasta," ujar Jokowi saat Berpidato di acara Google for Indonesia 2020 di Kanal Youtube Google Indonesia, Rabu (18/11/2020).

Presiden Jokowi mengatakan krisis yang melanda Indonesia dan dunia akibat pandemi Covid-19 mesti dihadapi. Menurutnya, momentum krisis yang terjadi harus dimanfaatkan untuk melakukan loncatan dan transformasi. Ia meminta siapapun talenta di bidang digital terus berkarya, untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di saat banyak negara maju mengalami kemunduran.

"Percepatan ekonomi digital juga membutuhkan sokongan lebih banyak digital talent, kita perlu lebih banyak lagi software developer, kita perlu lebih banyak lagi product designer, dan kita juga memerlukan dukungan content creator sebanyak-banyaknya," pungkasnya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7