Ikut Buru Kelompok Ali Kalora, TNI Kirim Pasukan Khusus ke Sulteng

“Pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasi Tinombala, untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku."

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Nov 2020 21:21 WIB

Author

Dwi Reinjani

Ikut Buru Kelompok Ali Kalora, TNI Kirim Pasukan Khusus ke Sulteng

Anggota Brimob Polri menyisir tempat diduga persembunyian teroris MIT di Palu Utara, Sulawesi Tengah, Minggu (8/11/2020). (Foto: ANTARA/Moh Hamzah)

KBR, Jakarta - Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan segera mengirimkan pasukan khusus untuk membantu perburuan terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur di Sulawesi Tengah.

Pasukan khusus itu akan bergabung dengan Satgas Tinombala yang saat ini tengah memburu kelompok pimpinan Ali Kalora, yang diduga pelaku pembantaian satu keluarga di Kabupaten Sigi, akhir pekan lalu.

Hadi Tjanjanto mengatakan pasukan tambahan juga untuk meningkatkan rasa aman masyarakat yang belakangan terganggu akibat aksi teror tersebut.

“TNI akan menindak tegas pelaku yang dilaksanakan oleh MIT. TNI akan mendukung Polri. Besok pagi akan diberangkatkan pasukan khusus dari Bandara Halim menuju ke Palu dan ditugaskan di Poso untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso. Yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok MIT harus dikejar dan sampai dapat akan kami laksanakan,” kata Hadi, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Panglima TNI Hadi Tjahjanto tidak menjelaskan jumlah pasukan tambahan yang akan dikirim ke Sulawesi Tengah. Namun ia mengatakan semua kelengkapan pendukung para anggota telah dikirim secara bertahap, agar pencarian bisa dilakukan dengan cepat.

Satgas Tinombala merupakan tim khusus gabungan Polri dan TNI yang dibentuk 2016 lalu, untuk mencari dan menangkap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Hingga saat ini aparat masih memburu 14 anggota MIT yang masuk daftar buronan.

Beri rasa aman

Kasus teror pembakaran sejumlah rumah dan pembantaian satu keluarga di Kabupaten Sigi mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD.

"Saya mengutuk keras tindakan-tindakan diluar batas kemanusiaan dan tidak beradab, yang menyebabkan empat orang saudara-saudara kita meninggal dunia dalam aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan," ujar Jokowi di Kanal YouTube Setpres RI, Senin (30/11/2020)

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan menambah pasukan TNI dan Polri dalam Satgas Tinombala untuk mengamankan wilayah Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Sigi pascateror.

“Pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasi Tinombala, untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku. Agar secepatnya dilakukan proses hukum yang tegas terhadap mereka. Pemerintah juga memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperkuat dan memperketat penjagaan,” ujar Mahfud, dalam keterangan persnya, Senin (30/11/2020).

Mahfud juga meminta masyarakat Sulawesi Tengah tidak termakan emosi ataupun isu-isu yang beredar terkait teror tersebut.

Menurutnya kejahatan yang dilakukan oleh MIT bukanlah mewakili agama manapun atau suku apapun.

“Peristiwa ini bukan perang suku, apalagi perang agama. Peristiwa ini dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama majelis Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Ali Kalora yang tidak bisa disebut mewakili agama," kata Mahfud MD.

Mahfud MD juga meminta warga tidak panik atas kejadian tersebut. Ia mengatakan pemerintah menjamin keamanan setiap warganya, dengan memberi pengamanan melalui pasukan-pasukan tambahan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia juga meminta agar pemuka agama bisa menyebarluaskan pesan damai, dan pesan bahwa kejadian teror tersebut bukan atas dasar perbedaan agama atau suku.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Pesan untuk Kapolri Baru terkait Catatan Pelanggaran HAM

Sudah Negatif Covid, Perlu Swab Ulang?

Kabar Baru Jam 8

Strategi Pengusaha Hotel dan Resto Merespons PPKM