Bagikan:

Hari Internasional Hentikan Nirpidana Pelaku Kekerasan pada Jurnalis, Ini Pesan AJI

"Sebagian besar kasus kekerasan terhadap jurnalis itu tidak diproses hukum dan sebagian besar pelakunya adalah polisi."

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Nov 2020 12:30 WIB

Hari Internasional Hentikan Nirpidana Pelaku Kekerasan pada Jurnalis,  Ini Pesan AJI

Wartawan demo di depan Mapolda Gorontalo kecam kekerasan saat liputan Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (15/10/2020). (Antara/Adiwinata)

KBR, Jakarta- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Ketua Umum AJI Abdul Manan mengatakan, tak boleh ada impunitas terhadap para pelaku yang mencederai kebebasan pers tersebut.

Itu disampaikan Manan saat memperingati Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas bagi Kejahatan terhadap Jurnalis, hari ini.

Menurut dia, tren kekerasan terhadap jurnalis di dunia semakin meningkat. Data terakhir Unesco 2014-2018, mencatat 495 wartawan terbunuh. Angka itu naik 18 persen dari lima tahun sebelumnya.

Dari banyaknya kasus kekerasan terhadap jurnalis, sebagian besar pelakunya tidak dihukum. Menurut data Committee to Protect Journalists (CPJ), 8 dari 10 kasus pembunuhan terhadap jurnalis, pelakunya bebas alias tidak tersentuh hukum. Kata Manan, gejala nirpidana tersebut juga terjadi di Indonesia.

"Saya kira ini fakta yang merisaukan. Bahwa sebagian besar kasus kekerasan terhadap jurnalis itu tidak diproses hukum dan sebagian besar pelakunya adalah polisi. Ini menunjukan rendahnya komitmen pemerintah dalam soal kebebasan pers," kata Manan dalam keterangan  yang diterima KBR, Senin (2/11/2020).

Ketua Umum AJI Abdul Manan memaparkan, sudah ada 56 kasus kekerasan terhadap jurnalis saat meliput demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Melihat masih panjangnya gelombang aksi, ia memperkirakan angka itu akan naik hingga akhir tahun.

Manan mendesak agar negara mengakhiri praktik impunitas terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

"Jadi pesan dari kami jelas, akhiri impunitas ini. Dan salah satu caranya adalah dengan menghukum para pelaku kekerasan itu dan membawanya ke pengadilan," tambahnya.

Setiap 2 November, dunia memperingat Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis. Tanggal itu dipilih untuk memperingati pembunuhan dua jurnalis Prancis di Mali pada 2013.

Majelis Umum PBB melalui resolusi A/RES/68/163 menetapkannya sebagai hari internasional. Tahun ini tema yang digunakan adalah jurnalisme tanpa takut.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

“Konversi Kompor Induksi untuk Tekan Subsidi Elpiji”

HUT RI Ke-77, Nasionalisme dan Prestasi Anak Bangsa

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending