DPR Klaim Sudah Ingatkan Menteri Edhy untuk Hentikan Ekspor Benih Lobster

"Terakhir itu Komisi IV memberikan rekomendasi penghentian ekspor benih lobster yang nyata-nyata melakukan manipulasi data ekspor."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Nov 2020 00:30 WIB

Author

Heru Haetami

DPR Klaim Sudah Ingatkan Menteri Edhy untuk Hentikan Ekspor Benih Lobster

Ilustrasi benih lobster. (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)

KBR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi yang membidangi Kelautan DPR RI Dedi Mulyadi mengaku telah memperingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait kebijakan ekspor benih lobster alias benur.

Dedi mengatakan sejak awal ia tidak menyetujui kebijakan ekspor tersebut lantaran menimbulkan berbagai persoalan.

"Terakhir itu Komisi IV memberikan rekomendasi penghentian ekspor benih lobster yang nyata-nyata melakukan manipulasi data ekspor," kata Dedi, Rabu (25/11/2020).

Dedi Mulyadi menjelaskan, ada dua hal mendasar ekspor benur tidak layak dilakukan.

Menurutnya, benih lobster merupakan bagian dari ekosistem laut yang harus dijaga kelangsungan.

Selain itu, menurutnya membiarkan lobser tumbuh dan berkembang di laut Indonesia juga akan membantu nelayan kecil.

"Walau jumlahnya katanya ada 2 miliar, bagi saya tidak penting jumlahnya berapa. Yang terpenting bagi kita bahwa dia bagian dari laut, bagian eksosistem, biarkan dia tumbuh dan berkembang sendiri agar menjadi lobster tangkapan dan harganya mahal dan menguntungkan nelayan," katanya

Dedi menambahkan, kesalahan ekspor benur juga lantaran dilakukan pada negara-negara yang justu menjadi kompetitor di bidang kelautan dan perikanan.

Apa lagi negara kompetitor tersebut ditunjang kemampuan dan teknologi budi daya laut yang memadai.

"Kemampuan budi dayanya itu tidak akan berarti manakala tidak mendapat suplay benih. Ini kan menjadi aneh, mereka menjadi kompetitor kok bahan bakunya kita kirim," kata Dedi.

Menanggapi penangkapan Edhy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dedi tak ingin berkomentar banyak.

Ia menegaskan ekspor benur harus dihentikan tanpa dihubungkan dengan perkara penangkapan Edhy.

"Ada atau tidak kaitan (OTT) dengan benih lobster, pokoknya ekspor benih lobster harus dihentikan. Jadi tidak penting apakah ada kasus atau tidak ada kasus," pungkasnya

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11/2020) dinihari.

Penangkapan Edhy ini diduga terkait korupsi ekspor benih lobster.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Edhy ditangkap bersama sejumlah pihak dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta anggota keluarga.

"Di Soetta, sekitar jam 1.23 WIB dini hari, ada beberapa orang baik keluarga dan juga orang Kementerian KKP sendiri," kata Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu, (25/11/2020).

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Pemerintah Ambil Alih Taman Mini Indonesia Indah

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 12