Bendrong Menuju Dusun Mandiri Energi dan Pangan

Program rintisan biogas dikembangkan menjadi sistem pertanian terpadu. Ekonomi meningkat dan lingkungan terjaga.

Peternak sapi Dusun Bendrong sudah 10 tahun lebih mengolah limbah sapi menjadi biogas

Sabtu, 14 November 2020

Sudah 10 tahun lebih, petani Dusun Bendrong, Malang, Jawa Timur mengolah kotoran sapi jadi biogas. Dari limbah, jadi energi. Semula ini dilakukan untuk mencegah warga menebang hutan serampangan, juga mencegah terjadinya konflik sosial. Lama-lama, banyak nilai tambah yang dirasakan warga. Jurnalis KBR Eko Widianto berbincang dengan para petani yang merasakan manfaat tersebut.

- Bendrong Menuju Desa Mandiri Energi dan Pangan
Klik di sini untuk kisah-kisah menarik lainnya

Beternak sapi menjadi sumber penghasilan Sulastri dan mayoritas warga Bendrong

Selepas subuh, Sulastri sudah berkutat di kandang sapi. Warga Dusun Bendrong, Argosari, Malang, Jawa Timur ini membersihkan kandang, kemudian mengangkut kotoran sapi ke dalam reaktor biogas.

Selanjutnya, memerah susu sapi indukan, hasilnya dijual ke Koperasi Agro Niaga.

"Kalau satu liternya kan Rp5 ribu. Sehari kalau 20 liter berapa? Tinggal menghitung. Bayaran 10 hari sekali," kata Sulastri.

Sulastri sudah 11 tahun menggunakan biogas untuk memasak. Biogas dihasilkan dari kotoran sapi yang diolah dalam reaktor atau digester. Alat itu dibelinya sebesar Rp6 juta dengan cara mengangsur lewat koperasi. Bagi Lastri, biogas lebih baik ketimbang gas elpiji maupun kayu bakar.

"Biogas diisi untuk memasak. (Kalau) habis, nanti ngisi penuh sendiri. Kalau elpiji kan sesuai tabung. Selama ini tak ada kendala lebih ngirit, tidak pakai kayu bakar. Kalau biogas itu biru tak menyengat hidung. Kalau (elpiji) asap kemana-mana, banyak hitam. Kalau biogas bersih," jelas perempuan 38 tahun ini.

Ampas biogas bisa langsung digunakan sebagai pupuk organik. Selain beternak sapi, Lastri dan suami bertanam singkong, tebu hingga kayu sengon.

"(Dulu) kalau lihat kotoran jijik, namanya kotoran bau. Kok kayak capek, tapi menyenangkan soalnya kan dapat uang. Kalau kerja ikut orang kan disuruh-suruh, kalau ini kerja punya sendiri. Jadi sewaktu-waktu gitu, tapi ada jamnya," tuturnya.

Biogas menggantikan gas elpiji sekaligus mengurangi penggunaan kayu.

Pratik pertanian terpadu Dusun Bendrong dirintis oleh Muhammad Slamet, Ketua Kelompok Tani Usaha Maju pada 2009 silam. Awalnya, ia fokus pada pengolahan limbah sapi menjadi biogas, untuk mengurangi konsumsi kayu bakar dan penebangan hutan.

"Kami pernah survei jumlah kebutuhan kayu per tahun 22,5 meter kubik kalau dikonversikan batang pohon sekitar 5-6 batang pohon. Bayangkan kalau 1000 orang praktis akan kehilangan 6 ribu batang pohon hanya untuk memenuhi kebutuhan energi," kata Slamet.

Program biogas didanai dari LSM HIVOS, perusahaan susu dan pemerintah. Di Bendrong sudah dibangun lebih dari 150 reaktor biogas. Program ini juga menekan potensi konflik sosial.

"Kalau dulu tak hanya sungai yang jadi tempat pembuangan limbah kotoran ternak, tapi hampir setiap rumah ada ternak hampir di pelataran dan halaman penuh limbah. Sehingga memicu konflik antar tetangga," ujarnya.

Slamet mendapat dukungan dari 25 petani muda. Mereka melakukan penghijauan untuk melindungi mata air. Ketua Paguyuban Bakti Manunggal, Alfa Junaedi.

"Hutan kembali lebat dan air mengalir deras. Sebelum pakai biogas, air untuk mandi dan memask berkurang karena penebangan pohon banyak. Setelah ditanamami, air kembali norml seperti dulu," kata Junaedi.

Muhammad Slamet perintis biogas di Bendrong

Pemerintah daerah ingin program biogas diterapkan di sentra-sentra peternakan sapi. Anggaran digelontorkan saban tahun untuk membangun sekitar 50 digester. Dusun Bendrong bisa dijadikan contoh pertanian terpadu ramah lingkungan.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Renung Rubi.

"Secara tidak langsung gas metan yang dilepas ke udara yang jadi pencemar sekarang dimanfatkan masyarakat untuk biogas pengganti elpiji," kata Renung.

Gas metan adalah salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan kenaikan suhu di bumi. Kekuatan metana 25 kali lipat dalam menyebabkan pemanasan global ketimbang karbon dioksida.

"Limbah dimasukkan digester semua akan mencegah perubahan iklim. Juga turut mendukung ketahanan pangan. Satu kesatuan. Selamatkan udara dan tanah," imbuhnya.

Sulastri warga Dusun Bedrong, Malang, Jawa Timur mengisi reaktor biogas

Slamet punya banyak rencana pengembangan, seperti pembuatan bank limbah. Fasilitas ini dibutuhkan karena populasi sapi terus bertambah. Baru 40 persen dari 1500 sapi yang limbahnya dikelola menjadi biogas. Sisanya masih dibuang ke sungai

"Jadi bank limbah menampung limbah dari masyarakat proses jadi pupuk organik. Otomatis mereka secara tak langsung berinvestasi di situ. Nanti mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha), bagi masyarakat yang mau menyetorkan limbahnya. Itu wacana yang sudah sejak dulu. Karena keterbatasan tak bisa merealisasikan, butuh lahan yang luas," ujar Slamet.

Slamet berharap proyek rintisannya 11 tahun lalu bakal membawa kemandirian energi dan pangan di Dusun Bendrong.

"Dengan biogas kita punya mimpi. Mimpi mandiri energi dengan gas, mandiri air dengan hutan yang terjaga air selalu ada, mandiri pangan memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan. Harapannya dengan menggunakan pupuk organik akan membuat dusun bendrong mandiri pangan terwujud," pungkas Slamet.