Waspada Semburan Uap Gunung Api di Musim Hujan

"Kalau terjadi hujan dengan volume yang sangat besar, kemudian aktivitas uap dari magma itu berinteraksi dengan air, dia bisa mengakibatkan letusan freatik."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 29 Nov 2019 19:53 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Waspada Semburan Uap Gunung Api di Musim Hujan

Seorang warga mengamati letusan Gunung Merapi dari sekitar bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). (Foto: ANTARA/Rudi)

KBR, Jakarta - Masyarakat diminta mewaspadai erupsi freatik atau erupsi semburan uap dari gunung berapi pada saat musim hujan.

Imbauan datang dari Kepala Subbidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana.

Devy mengatakan erupsi terjadi karena adanya interaksi magma dengan air di musim hujan.

"Kalau erupsi freatik itu dia tidak disebabkan langsung oleh magma. Jadi dia bukan karena magma naik langsung ke atas, ke permukaan. Tapi dipicu oleh aktivitas hidrotermal, artinya air bawah permukaan. Kalau terjadi hujan dengan volume yang sangat besar, kemudian aktivitas uap dari magma itu berinteraksi dengan air, dia bisa mengakibatkan letusan freatik," jelas Devy di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Devy Kamil Syahbana menambahkan bencana erupsi freatik tidak selalu terjadi di setiap musim hujan tiba. Tetapi potensinya ada pada gunung berapi atau areah berkawah di mana pun.

Ia mencontohkan, fenomena ini pernah terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.

"Di Dieng itu erupsinya tidak berwarna merah, tidak berwarna abu. Tapi waktu itu terjadi di kawasan wisata di sekitar gunung Dieng. Di mana ada curah hujan yang cukup tinggi, kemudian di bawah ada aktivitas yang terganggu sehingga letusan ini bisa terjadi," tambahnya.

Selain erupsi semburan uap, masyarakat juga diminta menjauhi kawah pada musim hujan. Sebab potensi mengalirnya lahar dingin sangat tinggi. Di tambah ada peluang penyebaran gas beracun lebih besar pada saat musim ini tiba.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme