Termiskin se-Sumatera, Pemerintah Aceh Beli Mobil Rp100 Miliar

"Ada hal yang lebih urgensi yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Aceh. Hari ini, Aceh itu termiskin di Sumatera, tingkat pengangguran nomor dua tertinggi di Sumatera."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Nov 2019 16:42 WIB

Author

Alfath Asmunda, Adi Ahdiat

Termiskin se-Sumatera, Pemerintah Aceh Beli Mobil Rp100 Miliar

Warga mencuci alat rumah tangga di depan rumahnya yang tergenang banjir, Desa Pasi Leuhan, Aceh Barat, Senin (18/11/2019). (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)

KBR, Banda Aceh-   Pemerintah Aceh berencana membeli 172 unit mobil dinas.

Dari situs Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),   amatan Institute for Development of Acehnese Society (IDEAS) menemukan biaya pengadaan mobil dinas itu mencapai Rp100 miliar lebih. Sebagian besarnya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) 2019.

Rencana itu lantas dikritik keras oleh IDEAS. Mereka menilai rencana itu tidak tepat, mengingat saat ini Aceh masih berstatus sebagai provinsi termiskin di Sumatera.

"Itu adalah pemborosan anggaran. Ada hal yang lebih urgensi yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Aceh. Hari ini, Aceh itu termiskin di Sumatera, tingkat pengangguran nomor dua tertinggi di Sumatera," kata Direktur IDEAS Munzami kepada KBR, Selasa (19/11/2019).

Menurut IDEAS, Pemerintah Aceh terkesan berlomba-lomba menghabiskan realisasi APBA-P 2019 melalui pengadaan mobil dinas.

IDEAS juga menilai prioritas anggaran itu sama sekali belum berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan, malah banyak digunakan untuk kepentingan elit politik. 

Menurut laporan terakhir Badan Pusat Statistik (Maret 2019) Aceh memang merupakan provinsi termiskin di Pulau Sumatera. Laporan BPS menyebut ada sekitar 819 ribu orang penduduk miskin di Aceh.

"Apabila dibandingkan antara daerah perkotaan dan perdesaan, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di perdesaan lebih tinggi dari di perkotaan," jelas BPS dalam laporannya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor