Mafia Bola, Satgas Tangkap 6 Orang di Liga 3

"Enam tersangka sudah diamankan dan sementara sedang diperiksa di Polda Metro Jaya"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 27 Nov 2019 09:35 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Mafia Bola, Satgas Tangkap 6 Orang di Liga 3

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja berfoto bersama skuad dan pengurus Persikasi usai pertandingan Liga 3 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. (Antara/Pradita)

KBR, Jakarta-  Satgas Anti-Mafia Bola menangkap enam tersangka pengaturan skor pertandingan di Liga 3, Senin (25/11). Juru bicara Polri, Argo Yuwono, menyatakan, keenamnya ditangkap karena diduga terlibat mengatur hasil akhir pertandingan antara Perses (Sumedang) kontra Persikasi (Bekasi) yang berlangsung 6 November lalu.

"Memang benar ya ada penangkapan di Liga 3. Ada enam tersangka sudah diamankan dan sementara sedang diperiksa di Polda Metro Jaya, nanti lengkapnya Polda Metro Jaya yang merilis," kata Argo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Juru bicara Polri, Argo Yuwono, menambahkan, enam tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing. Adapun enam orang itu terdiri dari unsur wasit (DSP) manajemen klub Persikasi (BTR dan HR), manajer Persikasi (SHB), perantara (MR), hingga komisi penugasan wasit Asprov PSSI Jawa Barat (DS).

Dari hasil penyelidikan, diduga pengurus klub Persikasi menyuap perangkat wasit agar bisa dimenangkan. Adapun laga itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persikasi.

Keenam tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 55 KUHP.

Pada Februari lalu, Presiden Joko Widodo memerintahkan Polri menuntaskan masalah mafia skor pertandingan bola, yang menjerat pejabat di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Jokowi mengatakan, pemerintah menyerahkan pengusutan mafia bola tersebut pada Satgas Mafia Bola Polri.

Meski begitu, kata dia, manajemen PSSI juga perlu dibenahi, misalnya melalui kongres agar kecurangan skor bola tak terulang.

"Itu sudah menjadi kewenangan Polri untuk menyelesaikan ini. Jadi kalau saya, selesaikan sampai tuntas, agar bola kita betul-betul bersih, yang juara betul-betul juara. Jangan sampai kita sudah terlanjur, 'Wah juara, juara, juara', ternyata banyak pengaturan skor," kata Jokowi di GOR Pasar Minggu Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Jokowi mengatakan, mafia bola menyebabkan pertandingan bola di Indonesia berjalan tidak adil. Sehingga, kata dia, kecurangan dalam pengaturan skor harus dihilangkan, agar pemain mendapat hasil yang adil.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor