KLB PSSI Panas, Ini Kata Menpora

"Tidak boleh ada curiga-curiga. Biasalah. Dimana-mana juga pasti yang begitu ada,"

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 02 Nov 2019 15:14 WIB

Author

Resky Novianto

KLB PSSI Panas, Ini Kata Menpora

Menpora Zainudin Amali membuka Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). (Antara/Sigid)

KBR, Jakarta-     Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menanggapi santai, aksi menarik diri keenam calon ketua umum PSSI, setelah diminta keluar oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha. Amali mengatakan, aksi keluar dengan menarik diri atau walk out sudah biasa dan semestinya sudah dipertimbangkan dengan baik. 

Ia pun, tak menaruh kecurigaan terhadap keenam calon yang walk out, saat berlangsungnya kongres. 

"Maju dengan keikhlasan, mundur juga dengan keikhlasan. Ya haruslah, kongres tetaplah (berjalan). (Curiga?) Tidaklah, saya serahkan kepada cabang olahraga. Tidak boleh ada curiga-curiga. Biasalah. Dimana-mana juga pasti yang begitu ada," ucap Zainudin Amali disela acara KLB PSSI 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Menpora Zainudin Amali mengatakan, pemerintah selalu mendukung PSSI dan berharap kongres luar biasa bisa berjalan lancar. Ia pun menepis isu liar soal adanya dukungan kemenpora kepada salah satu calon. Amali menegaskan pemerintah tetap netral dan menyerahkan kongres pemilihan ketua umum kepada PSSI.

"Pemerintah netral dan seperti sambutan saya sampaikan kalau ada masalah di cabang olahraga, silahkan selesaikan sendiri. Kalau tidak mampu menyelesaikan, kan ada beliau berdua ini, KONI dan KOI. Kalau tetap tidak bisa, baru ke pemerintah. Sekarang ini kami akan membalik, kalau dulu apa-apa langsung pemerintah, tidak mampir ke KOI dan KONI, jadi seolah-oleh keduanya tidak ada," ujar Amali. 

Sebelumnya enam calon ketua umum menarik diri atau walk out dari arena Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dilakukan secara tertutup. Salah satu calon, Fary Djemy mengatakan, dirinya bersama lima calon lain diusir oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria saat meminta penjelasan tentang proses KLB itu. 

Kata Fary, dirinya memilih menarik diri, akibat diusir saat kongres berlangsung. Ia bersama, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Octavianus, Aven Hinelo, Benny Erwin, dan Sarman El Hakim akhirnya keluar dari arena kongres.

"Saya yang interupsi, kita baru saja mendengarkan sambutannya Pak Menpora, luar biasa ya bagaimana kita hormati pak menpora menginginkan agar kongres ini berjalan dengan baik dan sejuk ya. Untuk itu maka tadi sebelum pengesahan kongres, saya interupsi dan ingin menyampaikan aspirasi secara tertulis kepada FIFA, AFC dan Exco itu saja yang mau kita sampaikan. Begitu interupsi, saya maju ke depan, ini semua menghalangi saya, dorong saya tidak boleh ketemu FIFA, jangankan FIFA, saya mau ketemu sama Exco didorong," ucap Fary Djemy sesaat keluar dari arena Kongres, di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Fary Djemy pun menduga ada skenario besar dibalik KLB PSSI kali ini. Dugaan itu muncul, salah satunya dengan masalah voters dan pengusiran oleh sekjen PSSI. Menurutnya, pengusiran itu membuat dirinya dan kelima calon lain kecewa, hingga memutuskan menarik diri dari arena kongres.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik