Kepercayaan Menguat, Aliran Modal Asing Sentuh Rp 217 Triliun

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, banjirnya aliran modal asing yang masuk, menunjukkan kepercayaan terhadap Indonesia kian membaik.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 01 Nov 2019 15:49 WIB

Author

Resky Novianto, Lea Citra

Kepercayaan Menguat, Aliran Modal Asing Sentuh Rp 217 Triliun

Ilustrasi. Pegawai penukaran valuta asing menunjukkan dolar Amersika Serikat di Jakarta, Selasa (24/4/2018). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut aliran modal asing terus merangsek masuk ke Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran modal yang masuk ke pasar obligasi mencapai Rp165,2 triliun, sedangkan pasar saham menyentuh kisaran Rp49,9 triliun. Sedangkan yang masuk ke obligasi korporasi sebesar Rp2,06 triliun.

"Aliran modal asing yang masuk sampai dengan 31 Oktober 2019, year to date, aliran modal asing masuk dalam bentuk portofolio SBN dan saham jumlahnya adalah Rp 217,04 triliun terdiri dari obligasi pemerintah Rp 165,2 triliun dan saham Rp 49,9 triliun, ada sebagian kecil ke obligasi korporasi Rp 2,06 triliun," ucap Perry di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, banjirnya aliran modal asing yang masuk, menunjukkan kepercayaan terhadap Indonesia kian membaik.

Menurut Perry, prospek ekonomi Indonesia juga cukup baik, seiring dengan adanya kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi Indonesia disamping juga kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Sekali lagi ini mengkonfirmasi bahwa confident terhadap Indonesia masih cukup baik. Terbukti dari aliran modal asing masuk ke indonesia dalam bentuk investasi portofolio yang terus mengalir. Karenanya ini menunjukkan confident terhadap prospek ekonomi Indonesia terhadap kebijakan Indonesia dan juga tentu saja kepemimpinan dari Indonesia," ujar Perry.

Bank Indonesia terus melakukan kebijakan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia. Di antaranya menurunkan suku bunga acuan (BI 7 Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) berturut-turut sebanyak empat kali sepanjang 2019. Terakhir, pada 24 Oktober 2019 suku bunga acuan diturunkan menjadi 5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI dan pemerintah terus berkoordinasi untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, meningkatkan ekspor, pariwisata, aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Ditengah pertumbuhan ekonomi dunia yang makin lambat, BI memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan ketiga sekitar 5,05 persen.

"Perkiraan pertumbuhan ekonomi  kami di tahun 2019, yaitu akan cenderung berada di bawah titik tengah 5 sampai 5,4. Titik tengahnya 5,2, jadi kecenderungan di bawah 5,2. Memang kecenderungannya, pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga 2019 itu akan disekitar 5,05 persen," ungkapnya.

Gubernur BI, Perry Warjiyo memperkirakan neraca pembayaran Indonesia akan surplus. Neraca pembayaran yang diprediksikan akan surplus dapat berdampak pada nilai tukar rupiah menguat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme