Dugaan Gratifikasi, Bekas Menag Lukman Hakim Diperiksa KPK

"Nanti kita lihat lebih lanjut ya, tidak mungkin saya jelaskan sekarang gratifikasinya terkait apa. Ini masih terus kami klarifikasi, ada beberapa orang juga yang perlu kami mintakan keterangan,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 15 Nov 2019 19:28 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Dugaan Gratifikasi, Bekas Menag Lukman Hakim Diperiksa KPK

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (15/11/2019). (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil bekas Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (15/11/2019).

Menurut Juru bicara KPK Febri Diansyah, Lukman dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan adanya gratifikasi di lingkungan Kementerian Agama.

"Nanti kita lihat lebih lanjut ya, tidak mungkin saya jelaskan sekarang gratifikasinya terkait apa. Ini masih terus kami klarifikasi, ada beberapa orang juga yang perlu kami mintakan keterangan," katanya di Gedung KPK.

Febri Diansyah menyatakan, selain dugaan gratifikasi, Lukman juga dimintai klarifikasi terkait dengan pengelolaan penyelenggaraan haji saat ia menjabat sebagai Menteri Agama.

Kata Febri, saat ini pengembangan kasus masih dalam tahap penyelidikan, dan tidak menutup kemungkinan perkara ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Penyidikan atau tidak, kalau bisa ditingkatkan, ruang lingkupnya apa, tapi yg pasti sekarang yang sedang kami lakukan baru masih di tahap penyelidikan," kata Febri.

Diketahui, Lukman tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.45 WIB.

Lukman sebelumnya juga pernah diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, terkait dugaan suap jual beli jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Nama Lukman disebut Rommy berulang kali dalam persidangan yang juga menjerat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur itu.


Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mahkamah Agung Tuai Protes Usai Mengobral Pengurangan Hukuman Koruptor