Tekan Penggunaan Sampah Plastik, KLHK Teken Kerja Sama se-Asia Pasifik

"Pemerintah tidak tinggal diam untuk menekan jumlah pengguna sampah plastik di Indonesia"

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Nov 2018 16:09 WIB

Author

Heru Haetami

Tekan Penggunaan Sampah Plastik, KLHK Teken Kerja Sama se-Asia Pasifik

Ilustrasi pekerja memilah sampah plastik yang dapat didaur ulang di tempat penampungan, Desa Gampong Jawa, Banda Aceh, Aceh. (Foto: Antara/Irwansyah Putra)

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), melakukan kerja sama se Asia-Pasifik untuk menekan jumlah pengguna sampah plastik di Indonesia.

Untuk sampah laut, data menyebutkan bahwa lebih 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia setiap tahunnya.

Dalam The 14th Asia Pacific Roundtable on Sustainable Consumption and Production (APRSCP), Menteri LHK, Siti Nurbaya mengaku pemerintah tidak tinggal diam untuk menekan jumlah pengguna sampah plastik di Indonesia.

"Mereka itu sudah mengikuti Indonesia sejak jaman Pak Emil Salim (mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto). Jadi artinya banyak sekali yang sudah dilakukan Indonesia. Nah itu mereka yang bilang dan saya juga bilang iya. Kawan-kawan mungkin Perhatikan juga yang soal sampah dan soal plastik mungkin dari luar itu Indonesia banyak sampahnya, saya gak diem," kata Menteri Siti Nurbaya, di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Tidak hanya pada masyarakat, KLHK pun menyebut perilaku pengguna sampah plastik ada pada pemerintahan dan industi bisnis seperti katering.

Baca: 90 Persen Sampah di Laut Dunia adalah Plastik

Siti Nurbaya mengatakan, untuk mewujudkan perubahan perilaku operasional di pemerintah, bisnis dan masyarakat secara sistematik, integratif dan masif.

Siti Nurbaya menyebutkan, perlu adanya dorongan seluruh pemangku kepentingan dapat mengembangkan upaya berupa tindakan konkret yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak.

Sementara, upaya KLHK sendiri dalam menekan jumlah pengguna pelastik dengan mengembangkan konsep Sustainable Consumption and Production (SCP) yang merupakan tujuan ke-12 dari agenda pembangunan global (Sustainable Development Goals/SDGs).

Indonesia mengusulkan konsep Asia Pacific Citizenship Pledge for Resilient and Sustainable Societies untuk memajukan kolaborasi serta mengundang dukungan dan umpan balik yang bermanfaat terhadap konsep tersebut.

"Inisiatif ini akan dibagikan dalam forum pemerintah dan pemangku kepentingan yang relevan di tingkat regional dan internasional, bekerja sama dengan UN ESCAP, APRSCP, dan mitra lainnya," pungkas Menteri Siti.

Editor: Kurniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?