Rupiah Menguat, OJK: Investor Percaya Perekonomian Indonesia

Indonesia itu kita bilang fundamentalnya kuat dibandingkan negara-negara yang suka disebut, yang bermasalah, ya bukan bandingannya

BERITA | NASIONAL

Rabu, 07 Nov 2018 16:31 WIB

Author

Ria Apriyani

Rupiah Menguat, OJK: Investor Percaya Perekonomian Indonesia

Ilustrasi. (Foto: Setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Wimboh Santoso mengatakan penguatan mata uang Rupiah dua hari terakhir menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut dia, pemerintah selama ini sudah berupaya mengkomunikasikan kondisi ekonomi Indonesia kepada dunia usaha. 

"Indonesia itu kita bilang fundamentalnya kuat dibandingkan negara-negara yang suka disebut, yang bermasalah, ya bukan bandingannya," kata Wimboh ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (7/11/2018).

Secara umum, Wimboh menyebutkan, kondisi perekonomian Indonesia  masih kuat.

Diketahui, dua hari terakhir, kurs Rupiah menguat terhadap Dolar Amerika.

Hari ini saja, kurs Rupiah menguat ke Rp14.670 per satu Dolar Amerika. 

Nilai rupiah tercatat menguat 0,88 persen dibandingkan Selasa (6/11/2018) kemarin. 

Sebelumnya nilai tukar Rupiah sempat melemah hingga menyentuh Rp15.200 per satu Dolar Amerika Serikat. 

Wimboh menambahkan, Bank Indonesia telah melakukan beragam upaya untuk mengendalikan Rupiah. Misalnya, menawarkan pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) di dalam negeri. 

"Sekarang sudah ada hedging. Kalau tidak percaya Rupiah, bank sentral melakukan swap, bikin NDF," tambahnya.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar