Presiden: KSAD Baru Paket Komplit

Nepotisme hingga Kasus Pelanggaran HAM masa lalu mewarnai pelantikan KSAD yang baru

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Nov 2018 13:50 WIB

Author

Ria Apriyani

Presiden:  KSAD Baru Paket Komplit

Presiden Joko Widodo (kanan) memberi ucapan selamat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) seusai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Antara Foto/Wahyu Putro)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang akan memasuki masa pensiun tahun depan. Jokowi menilai sosok bekas Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu merupakan paket lengkap untuk memimpin Angkatan Darat ke depan.

"Komplit. Ya memang ada beberapa kandidat. Tetapi inilah yang telah kita putuskan. Coba dilihat sajalah perjalanan karier Pak Andika saya kira sudah memenuhi semuanya," kata Jokowi usai melantik Andika di Istana Negara, Kamis(22/11/2018).

Presiden menampik anggapan yang menyebut pemilihan Andika Perkasa didasari kepentingan politis. Menurutnya,  penunjukkan Andika sebagai KSAD murni didasarkan pada pengalaman kerja dan pendidikan.

"KSAD yang baru tahu apa yang harus dilakukan buat bangsa dan negara. Seratus persen tahu," kata Presiden.

Disisi lain, pengangkatan Andika Perkasa sebagai KSAD diwarnai sejumlah catatan mulai dari dugaan nepotisme hingga kaitannya dalam pelanggaran HAM. Andika pernah bertugas dalam Operasi Khusus di Papua. Namanya pernah disebut dalam kasus pembunuhan tokoh dan aktivis HAM Papua Theys Eluay  tahun 2001 silam. 

Ditemui sesaat setelah dilantik Presiden di Istana Merdeka, Andika tidak memberikan jawaban tegas soal keterlibatannya dalam pembunuhan Theys. Dia mempersilahkan siapapun yang ingin menelurusi kasus tersebut. Ia juga mengaku tak mengkhawatirkan apapun jika ada pihak - pihak yang ingin menelusuri latarbelakangnya. 

"Saya enggak ada alasan untuk melarang mereka. Monggo kalau mereka juga mau menelusuri itu. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan," kata perwira tinggi yang lahir di Bandung pada 21 Desember 1964  kepada Wartawan. 

Dugaan keterlibatan Andika dalam kasus tersebut terungkap dari surat yang dikirimkan ayah salah satu terdakwa, Agus Zihof. Agus mengirimkan surat kepada KSAD ketika itu, Ryamizard Ryacudu yang berisi keluhan tentang pemaksaan anaknya untuk membunuh Theys oleh Andika Perkasa. Namun, dugaan itu tidak pernah diselidiki hingga tuntas. Andika juga tidak pernah diperiksa untuk kasus tersebut.

Andika juga menampik tudingan yang menyebut jabatannya diperoleh karena memiliki hubungan dengan bekas Kepala Badan Intelegen Negara (BIN) Hendropriyono yang tak lain adalah mertuanya. Menurutnya, pengangkatannya sebagai KSAD sepenuhnya hak Presiden dan tanpa intervensi siapapun. 

"Orang kalau mau ngomong apa saja ya wis monggo. Saya kan enggak bisa berkomentar dan enggak perlu. Semuanya beliau yang memutuskan. Saya tidak tahu apa yang ada di dalam penilaian beliau," ujarnya.

Andika Perkasa merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1987. Pengangkatannya ini melompati setidaknya tiga angkatan di atasnya. Empat bulan sebelumnya, ia baru dilantik sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Selain Andika, nama lain yang mencuat sebagai kandidat adalah Wakil KSAD Letjen TNI Tatang Sulaiman (angkatan 1986), Inspektur Jenderal TNI Letjen Muhammad Herindra (angkatan 1987), dan Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Doni Monardo(angkatan 1985).

Editor: Friska Kalia

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18