Share This

Polri Sebut Banyak Bukti Nonteknis Jatuhnya Lion Air PK-LPQ

"Hasil pemeriksaan ini masih semua sedang dikumpulkan, masih investigasi masih penyelidikan. Nah, nanti akan divalidkan dengan hasil KNKT"

BERITA , NASIONAL

Kamis, 08 Nov 2018 16:01 WIB

Petugas memeriksa turbin pesawat Lion Air di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Tim SAR gabungan menyerahkan turbin, roda dan sejumlah barang-barang temuan dari jatuhnya pesawat Lion Air PK-PLQ kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. (Foto:

KBR, Jakarta - Juru Bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo mengatakan tim khusus investigasi terkait insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-PLQ di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pekan lalu telah mengumpulkan bukti nonteknis.

Menurutnya, bukti nonteknis ini nantinya akan digabungkan dengan bukti teknis, hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Setelah semua bukti terkumpul, maka mereka akan membuka hasilnya ke publik.

"Hasil pemeriksaan ini masih semua sedang dikumpulkan, masih investigasi masih penyelidikan. Nah, nanti akan divalidkan dengan hasil KNKT. Ini bahan bahan sudah, bahan-bahan dari hasil pemeriksaan yang lain sudah punya," ujar Dedi kepada wartawan, Kamis (08/11/2018).

Nanti dari KNKT bagaimana teknisnya, kita bicara nonteknis nih, nanti divalidkan teknisnya seperti apa, klop engga, kalau klop nanti buat kesimpulan," tambahnya.

Dedi menegaskan, kepolisian hanya menginvestigasi dengan kapasitas yang mereka miliki, seperti mencari keterangan dari saksi. 

"Iya kita tunggu KNKT. Masih harus dipadukan dulu hasilnya nonteknis. Jadi kita tunggu KNKT," ujar Dedi.

Penyelidikan nonteknis oleh Satgas Khusus Polri ini meliputi pemeriksaan medis, mengamati adanya unsur sabotase, hingga mencari tanda adanya serangan terorisme.

"Siapa tahu pilotnya menggunakan obat. Kemudian dari sisi medisnya apakah dia dipaksa dengan kondisi tidak prima itu lain-lainnya. Kemudian kita menyelidiki soal sabotase, tapi sementara tidak ada tanda itu. Kemudian kemungkinan terorisme, sampai saat ini belum juga ditemukan. Jadi kita kerucutkan ini adalah masalah kesehatan," ujar Dedi.

Selain masalah kesehatan, ia mengatakan unsur lain seperti teknis adalah masalah Navigasi seperti yang disampaikan oleh KNKT. 

Maka dari itu agar tidak simpang siur, masyarakat diminta bersabar menunggu hasil pemeriksaan yang hampir selesai.

"Jadi untuk keputusan akhir terkait penyebab dan sanksi, masih harus menunggu proses penyelidikan KNKT," pungkas Dedi Prasetyo.

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.