Perpres Satu Data Indonesia Ditargetkan Rampung Bulan Depan

Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho menuturkan, penandatangan Perpres oleh Jokowi masih terganjal paraf salah satu menteri.

BERITA , NASIONAL

Senin, 26 Nov 2018 22:31 WIB

Author

Heru Haetami

Perpres Satu Data Indonesia Ditargetkan Rampung Bulan Depan

Ilustrasi. (Foto: pexels)

KBR, Jakarta - Peraturan Presiden mengenai penggunaan satu data atau Big Data ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Deputi II Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Yanuar Nugroho menuturkan, penandatangan Perpres oleh Jokowi masih terganjal paraf salah satu menteri. Namun ia berdalih tak mengingat menteri mana yang belum meneken finalisasi draf perpres.

"Iya, kami inginnya begini, jadi kami menyampaikan surat dari agar segera diberi paraf sehingga segera ditandatangani oleh presiden karena beliau baru bisa tanda tangan setelah para mentri paraf," tutur Yanuar Nugroho saat ditemui di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Sejumlah instansi yang terlibat penyusunan Perpres Satu Data Indonesia di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Keuangan dan, Badan Pusat Statistik (BPS).

Yanuar mengakui, proses Perpres ini merupakan yang terlama. Ia menyebut sejak awal dikaji pada 2016 terdapat setidaknya 23 kali perubahan.

"Ini memang salah satu Perpres dari pengalaman saya sebagai deputi di kantor staf presiden, ini perpres dengan versi yang paling panjang dan paling lama. Maksudnya, paling panjang yang literasinya dibuat paling panjang dibandingkan perpres lain yang pernah saya kawal sampai selesai."

Menurut Yanuar, hal tersebut terjadi salah satunya karena data industri berkembang begitu cepat. Perpres Satu Data ini kelak bakal mengatur di antaranya standar perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan dan penyebarluasan data.

Baca juga: Ini Langkah BPS Atasi Inkonsistensi Data




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Bertahan di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Kabar Baru Jam 12