Pemerintah Perkirakan Perlu Rp18 Triliun untuk Bangun Kembali Sulteng

"Bukan hanya rumah. PUPR juga membangun irigasi, jalan, air bersih, sanitasi, membangun hunian sementara dan tetap, ini semua masiah diukur."

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Nov 2018 21:36 WIB

Author

Ria Apriyani

Pemerintah Perkirakan Perlu Rp18 Triliun untuk Bangun Kembali Sulteng

Sejumlah kendaraan melintas di sekitar jalan yang rusak di kawasan wisata Pantai Teluk Palu, di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (3/11/2018). (Foto: ANTARA/ M Hamzah)

KBR, Jakarta - Pemerintah memperkirakan proses rekonstruksi pascabencana di Sulawesi Tengah membutuhkan anggaran Rp18 triliun.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Danis Sumadilaga mengatakan selain membangun kembali rumah yang hancur, pemerintah juga harus membangun infrastruktur-infrastruktur pendukung untuk area tujuan relokasi. Data sementara, dia memperkirakan ada 16 ribu kepala keluarga yang akan direlokasi.

"Bukan hanya rumah. PUPR juga membangun irigasi, jalan, air bersih, sanitasi, membangun hunian sementara dan tetap, ini semua masiah diukur," kata Danis di kantor Wakil Presiden, Senin (5/11/2018).

Proses rekonstruksi akan dibiayai patungan antara pemerintah daerah, pusat, pinjaman luar negeri, serta sumbangan berbagai pihak. Rencananya, pembangunan akan dimulai pada Februari mendatang dan selesai pada 2021.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menjelaskan sudah ada sejumlah daerah yang disiapkan untuk tujuan relokasi. Untuk warga Palu akan dipindahkan ke area Tondo, Talise, Duyu, dan Petobo. Sementara untuk Kabupaten Sigi dan Donggala akan dipindahkan ke Pombewe, Loli, dan Pantai Barat.

Area tujuan relokasi terletak tidak jauh dari lokasi semula. Menurut Longki, rata-rata jaraknya 3-5 kilometer. Pembangunan infrastruktur baru diperlukan karena sebelumnya kawasan-kawasan tujuan relokasi itu merupakan lahan kosong.

"Memang harus dibangun juga. Infrastruktur jalan, air bersih, listrik, dan sebagainya. Karena itu daerah baru, daerah kosong, enggak ada apa-apa. Belum ada bangunan apa-apa."

Area-area tersebut nantinya ditetapkan melalui Perda Recana Tata Ruang Wilayah yang baru. Pemda menargetkan perda tersebut bisa rampung bulan depan.

Baca juga: Perda Relokasi Pascabencana Sulteng Rampung Bulan Depan  




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Ingin Pandemi Jadi Endemi