Pemerintah Akan Undang Tokoh Agama Bahas RUU Pesantren

"Intinya kita ingin memberikan yang terbaik bagi semua, khususnya lembaga pendidikan keagamaan, agar kalau itu dirasa perlu diatur dalam undang-undang, pengaturannya tidak justru mengintervensi."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Nov 2018 16:56 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah Akan Undang Tokoh Agama Bahas RUU Pesantren

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan aturan apapun yang bakal berlaku takkan mengintervensi kegiatan keagamaan. Termasuk, soal Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Agama. Sejumlah poin dalam draf aturan ini sebelumnya diprotes oleh Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) lantaran dianggap mempersulit kegiatan nonformal keagamaan.

Karenanya untuk mengakomodir masukan tersebut, Lukman berencana mengundang para tokoh agama termasuk perwakilan PGI dan Persatuan Waligereja Indonesia untuk membahas RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.

"Ya tentu semua hal itu akan kita serap, kita dalami, dan kita akan undang secara khusus mereka-mereka untuk kita dengar aspirasinya seperti apa," kata Lukman di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kamis (01/11/2018).

"Intinya adalah kita ingin memberikan yang terbaik bagi semua kita khususnya lembaga pendidikan keagamaan, agar kalau itu dirasa perlu diatur dalam wadah undang-undang, pengaturannya tidak justru mengintervensi, itu prinsip dasarnya," tambah Lukman.

Ia mengaku masih mempelajari draf RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, yang merupakan usulan DPR. Kata Lukman, pemerintah akan memastikan seluruh aspirasi kelompok keagamaan tercantum dalam RUU tersebut. Pemerintah menurutnya juga akan menyiapkan rumusan pembanding RUU untuk disampaikan ke DPR.

Lukman mengatakan, memahami keresahan organisasi keagamaan seperti PGI dan PWI yang khawatir RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan akan membatasi pendidikan sekolah Minggu dan Katekisasi. Sehingga, pada pertemuan nanti, ia berencana mengumpulkan seluruh aspirasi dari organisasi keagamaan untuk menjadi bahan kajian RUU.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Tengah Tersiksa tapi Tampak Tegar

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7