Menteri Susi Siapkan Aturan Larang Kapal Ikan Buang Sampah di Laut

"Kapal ikan kewenangan kita. Kita bisa bikin Permen KP pelarangan kapal Ikan buang sampah di laut"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Nov 2018 15:49 WIB

Author

May Rahmadi

Menteri Susi Siapkan Aturan Larang Kapal Ikan Buang Sampah di Laut

Sejumlah nelayan menarik jaring di pantai yang dipenuhi tumpukan sampah di pesisir laut, Sukaraja,Bandar Lampung , (15/11/2018). Penceraman tersebut berdampak buruk bagi biota laut, lingkungan serta kesehatan warga sekitar pesisir laut. Antara foto/Ardian

KBR, Jakarta- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bakal menerbitkan Peraturan  untuk mencegah pembuangan sampah di laut yang dilakukan oleh kapal ikan. Susi mengungkapkan hal tersebut dalam rangka upaya pemerintah pusat merespon banyaknya sampah di laut.

Sampah laut tengah menjadi pembicaraan karena beberapa hari lalu nelayan menemukan Paus jenis sperma terdampar dalam kondisi mati di perairan Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Saat ditemukan, ada 5,9 kilogram sampah di dalam perut paus  itu.

"Kapal ikan kewenangan kita. Kita bisa bikin Permen. Nanti kita bikin workshop untuk bikin draftnya, Permen KP pelarangan kapal Ikan buang sampah di laut," kata Susi di kantornya, Kamis (22/11/2018).

Menurut Susi, aturan yang akan segera dibuat ini takkan efektif tanpa ada peran serta dari Pemerintah Daerah. Ia menilai Pemda punya peran penting untuk mengendalikan sampah plastik di laut mengingat sampah-sampah tersebut terlokalisasi di perairan daerah. 

Selain menerbitkan Peraturan Menteri, Susi mengklaim, terus mensosialisasikan kepada Pemerintah Daerah untuk turut serta mengambil peran dalam menanggulangi banyaknya sampah di laut. Ia juga terus mengkampanyekan gerakan berhenti menggunakan plastik. Susi yakin, cara-cara yang sudah dilakukan sejauh ini cukup efektif. 

"Contohnya, pada Januari 2019 Bali tidak boleh lagi ada sampah sekali pakai, kantong kresek sudah tidak boleh. Banjarmasin juga sudah bikin aturan serupa. Saya berharap akan makin banyak masyarakat melakukan itu," kata dia. 

Baca juga: 

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror