Lebih dari 300 Napi dan Tahanan di Sulteng Masih Buron

"Sekitar tinggal 300 sekian. Itu pun banyak tahanan yang sebenarnya masa penahanannya sudah habis. Kalau narapidana masih ada sekitar 70 orang."

BERITA | NASIONAL

Senin, 26 Nov 2018 21:47 WIB

Author

Ria Apriyani

Lebih dari 300 Napi dan Tahanan di Sulteng Masih Buron

Dirjen Pemasyarakatan KemenkumHAM Sri Budi Puguh Utami ketika memberi arahan di Lapas kelas II A Palu, Sulteng, pada Sabtu (27/10). (Foto: KBR/Aldrim Thalara)

KBR, Jakarta - Lebih dari 300 narapidana dan tahanan di Sulawesi Tengah masih berstatus buronan. Saat gempa diikuti tsunami melanda beberapa daerah di provinsi itu akhir September lalu, pemerintah membolehkan penghuni lapas untuk menyelamatkan diri.

Namun menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami, hingga kini ratusan orang di antaranya belum melaporkan keberadaanya. Karena itu, satuan tugas yang dibentuk bersama polisi terus memburu napi dan tahanan dari berbagai lapas tersebut.

Ia memastikan, pihaknya mengantongi data rinci para buronan.

"Sekitar tinggal 300 sekian. Itu pun banyak tahanan yang sebenarnya masa penahanannya sudah habis. Kalau narapidana masih ada sekitar 70 orang. Hari-hari masih ada penambahan," kata Sri di kantornya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Sri mengatakan dari ratusan tahanan tersebut, ada beberapa yang masa tahanannya sudah habis. Ia sudah menginstruksikan agar informasi tersebut disampaikan ke Kalapas masing-masing.

Kata Sri, Ditjen Pas juga sudah mengusulkan pemberian remisi bagi narapidana yang menyerahkan diri sebelum masa tenggat akhir Oktober 2018. Namun ia belum bisa memastikan berapa total narapidana yang akan menerima remisi.

"Kami suah laporkan ke Pak Menteri. Nanti akan diusulkan ke Pak Presiden. Nanti akan diberikan remisi seperti yang di Aceh."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror