Share This

Kriteria Wagub Pengganti Sandiaga Uno yang Diidamkan Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan Calon Wakil Gubernur pengganti Sandiaga Uno harus mengikuti visi dan misinya.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 08 Nov 2018 13:13 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peluncuran program

KBR, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan Calon Wakil Gubernur pengganti Sandiaga Uno harus mengikuti visi dan misinya. Dengan begitu, kata dia, pendampingnya yang baru itu bisa bekerja sama dengan baik dan sejalan. Bukan malah, kata dia, membawa visi dan misi yang baru.

Namun menurutnya, hingga kini belum ada nama resmi yang disodorkan. Kata Anies, beberapa nama yang muncul akhir-akhir ini hanya bersifat wacana.

"Setahu saya belum ada nama resmi yg diajukan. Memang akan mengajukan dua nama karena memang perintah UU kan dua nama. Tapi siapa dia belum kita belum lihat. Yang ada hanya wacana, resmi belum," kata Anies saat ditemui di Jakarta Convention Center, Rabu (7/11/2018).

"Kemudian yang penting bahwa wakil akan ikut pada visi yang telah sudah ditetapkan itu yang paling penting. Tentu saja bisa kerja sama dan karena itu ikut visi akan sejalan," sambungnya lagi.

Anies menambahkan, dirinya sudah mengenal Agung Yulianto, kader PKS yang namanya digadang-gadang menjadi Calon Wagub DKI Jakarta. Namun dia mengaku belum pernah berinteraksi secara khusus dengan Agung.

"Kenal, gini kenal ya tapi berinteraksi belum pernah, dengan semuanya yang disebut nama-nama itu saya belum ada yang berinteraksi," imbuhnya.

Senin (5/11/2018) lalu, Gerindra dan PKS sepakat bahwa yang akan mengajukan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta adalah dari PKS. Dua nama yang santer terdengar adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Namun, hingga kini PKS belum secara resmi mengumumkan dua nama Calon Wagub yang bakal ditawarkan.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.