KontraS Minta Jokowi Panggil Habibie untuk Selesaikan Tragedi Semanggi 1

Perwakilan Kontras, Dimas Bagus Arya Saputra, mengatakan Jokowi mesti berkonsultasi dengan Habibie, bila memiliki keinginan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 14 Nov 2018 23:27 WIB

Author

May Rahmadi

KontraS Minta Jokowi Panggil Habibie untuk Selesaikan Tragedi Semanggi 1

Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan melakukan aksi Kamisan ke-561 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018). (Foto: ANTARA/ Rivan)

KBR, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Presiden Joko Widodo memanggil bekas Presiden Baharudin Jusuf Habibie sebagai upaya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat pada 13 November 1998. Peristiwa tersebut dikenal dengan tragedi Semanggi 1.

Perwakilan Kontras, Dimas Bagus Arya Saputra, mengatakan Jokowi mesti berkonsultasi dengan Habibie, bila memiliki keinginan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, seperti tercantum dalam nawacita. Sebab, Kontras menganggap Habibie mengetahui banyak hal mengenai kasus tersebut. Pada saat itu, Habibie menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Beliau menyatakan di berbagai media bahwa pemerintah akan menyelesaikan secara berkeadilan, menurut aturan-aturan hukum, terhadap peristiwa kerusuhan mei, tragedi Trisakti, Semanggi 1 dan 2," kata Dimas di markas KontraS, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Dimas meyakini, ada informasi penting mengenai fakta-fakta yang bisa terungkap. Hal tersebut hanya bisa terjadi jika ada upaya daei Jokowi untuk meminta informasi dari presiden pengganti Soeharto itu.

Selain itu, tepat 20 tahun tragedi Semanggi 1, KontraS meminta Jokowi mengganti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan h Wiranto yang diduga sebagai aktor penting dalam tragedi pelanggar HAM berat Semanggi I, Semanggi II dan Trisakti. Kala itu Wiranto menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan atau Panglima ABRI.

"Karena kami lihat figur Wiranto bermasalah dalam HAM, sehingga menyebabkan langkah-langkah yang diambil itu tidak transparan, tak akuntabel, dan tak representatif karena bagaimana kita mau menyelesaikan kalau mekanisme itu digagas oleh diduga pelanggar HAM," kata Dimas.

KontraS juga meminta Jokowi memerintahkan Jaksa Agung untuk segera menindaklanjuti berkas penyelidikan kasus yang telah diserahkan oleKomnas HAM. Seharusnya, berkas itu menjadi dasar Kejaksaan Agung melakukan penyidikan.

Peristiwa Semanggi 1 adalah tragedi berdarah yang dilakukan oleh negara terhadap para mahasiswa pemrotes Sidang Istimewa MPR. Sidang Istimewa MPR pada 10-13 November 1998 ditolak mahasiswa karena disinyalir akan dijadikan ajang konsolidasi kroni-kroni Soeharto.

Atas penolakan itu, pemerintah mengerahkan TNI-Polri dengan senjata alat berat dan peralatan perang. Bentrokan pun terjadi dan mengakibatkan 18 orang meninggal dunia, tujuh di antaranya adalah mahasiswa.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI