Share This

Ketum Pemuda Muhammadiyah Pastikan Organisasi Tak Terlibat Politik

Politik selalu menyeret. Tapi secara organisasi tidak perlu dan tidak akan dibawa ke Politik Praktis

BERITA , NASIONAL

Kamis, 29 Nov 2018 16:21 WIB

Author

Eka Juniari

Ketum Pemuda Muhammadiyah Pastikan Organisasi Tak Terlibat Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sambutan saat peresmian pembukaan Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DI Yogyakarta, Senin (26/11/2018). (Foto: Hendra Nurdiyansyah)

KBR, Yogyakarta - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah yang baru saja terpilih, Sunanto berjanji tidak akan membawa organisasi yang dinahkodainya ke arah politik praktis. Sunanto yang akan menjabat untuk periode 2018-2022 memastikan Pemuda Muhammadiyah tetap terikat pada khittah yang menjunjung tinggi demokrasi. 

"Saya orang independen, secara organisasi Pemuda Muhammadiyah dan Muhammadiyah ikuti khittah Muhammadiyah. Jadi tidak boleh dicampuradukkan," kata Sunanto di sela Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Rabu (28/11/2018) malam.

Baca juga: Wapres Serukan Dakwah Islam yang Menggembirakan

Menanggapi banyaknya pihak yang menyeret Muhammadiyah pada pusaran politik praktis, Sunanto menilai hal tersebut wajar.

Menurutnya, organisasi apalagi Muhammadiyah punya anggota dan kerap jadi alat untuk menarik massa. Namun ia menegaskan di tubuh Pemuda Muhammadiyah ada khittah yang mengikat sehingga tidak gampang tergelincir arus politik praktis.

"Biasa. Politik selalu menyeret, dan soal klaim untuk menarik massa, itu biasa aja. Tapi secara organisasi tidak perlu dan tidak akan dibawa ke situ," janjinya.

Meski begitu, pria asal Madura ini menegaskan takkan mencampuri pilihan politik kader Pemuda Muhammadiyah. Kata Sunanto, setiap kader Pemuda Muhammadiyah memiliki hak untuk berpolitik dan itu sah. Namun, sikap tersebut tidak boleh dimaknai sebagai sikap organisasi.

"Secara personal silahkan kader berafiliasi (secara politik) tapi tidak boleh dibawa kepada kesimpulan organisasi," tandasnya.

Sunanto terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 menggantikan Dahnil Aznar Simanjuntak.

Sunanto atau Cak Nanto mengungguli dua kandidat kuat lainnya yakni Ahmad Fanani dan Ahmad Labib lewat mekanisme voting manual. Nanto menang dengan perolehan suara 590, sedangkan Fanani dan Labib masing-masing mendapat 266 dan 292 suara.


Editor: Friska Kalia  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.