Jokowi: Partisipasi Milenial Gerakkan Ekonomi Indonesia

"Kemajuan teknologi yang sekarang ini cepat sekali dan mengubah lanskap ekonomi, politik, dan sosial budaya. Hati-hati dengan keterbukaan ini"

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Nov 2018 12:54 WIB

Author

Ria Apriyani

Jokowi: Partisipasi Milenial Gerakkan Ekonomi Indonesia

Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan para peserta Kongres Indonesia Millennial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (121118). (Foto: Sesneg)

KBR, Jakarta- Revolusi industri 4.0, membawa perubahan teknologi yang lebih cepat. Presiden Joko Widodo , mengajak kaum milenial berpartisipasi menggerakkan ekonomi Indonesia, bukan hanya duduk menjadi konsumen.

"Kemajuan teknologi yang sekarang ini cepat sekali dan mengubah lanskap ekonomi, politik, dan sosial budaya. Hati-hati dengan keterbukaan ini," kata Jokowi saat menerima delegasi Kongres Indonesia Milenial Movement di Istana Kepresidenan Bogor, Senin(12/11).

Presiden Jokowi juga mengajak generasi muda untuk meninggalkan gaya hidup konsumtif, fokus pada hal-hal yang produktif dan memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri.

Jokowi juga mengingatkan para milenial untuk lebih selektif memilah informasi dan menghentikan penyebaran ujaran kebencian.

Baca: Koperasi Milineal

"Marilah kita hijrah dari ujaran-ujaran kebencian kepada ujaran-ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari pola konsumtif ke pola-pola yang produktif. Hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan, kerukunan," katanya.

Presiden optimistis, Indonesia bisa menjadi empat besar negara ekonomi terkuat pada 2040 mendatang.

"Namun, jalan menuju ke sana masih panjang. Indonesia masih harus memperkuat pondasi ekonomi dalam negerinya dan mempersiapkan kualitas sumber daya manusianya," pungkas Jokowi.

Editor: Kurniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Program Restrukturisasi Jiwasraya

Kabar Baru Jam 8

Kapan Kekebalan Terbentuk Usai Vaksinasi Covid-19?

Kabar Baru Jam 10