BPS: Inflasi Oktober 0,28 Persen

Dengan inflasi sebesar 0,28 persen pada bulan Oktober ini, maka inflasi tahun kalender dari Januari sampai Oktober 2018 adalah sebesar 2,22 persen.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 01 Nov 2018 13:58 WIB

Author

Resky Novianto

BPS: Inflasi Oktober 0,28 Persen

Kepala BPS Suhariyanto. (Foto: KBR/ Resky N)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik  Republik Indonesia mencatat terjadi inflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), sebesar 134,20 pada Oktober 2018.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, inflasi Oktober terjadi karena didorong inflasi di Kota Palu yang mengalami inflasi tertinggi yakni 2,27 persen.

Palu merupakan salah satu kota terdampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Maka pada bulan Oktober 2018 ini, terjadi inflasi sebesar 0,28 persen. Dengan inflasi sebesar 0,28 persen pada bulan Oktober ini, maka inflasi tahun kalender dari Januari sampai Oktober 2018 adalah sebesar 2,22 persen. Dari 82 Kota IHK yang kita amati inflasi tertinggi ditemukan di Kota Palu, sebesar 2,27 persen," ucap Suhariyanto saat merilis Berita Resmi Statistik Bulan Oktober di Kantor BPS RI, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Suhariyanto mengatakan, bencana alam di Kota Palu memicu tingginya harga makanan siap konsumsi atau lauk pauk yang dijual di kota tersebut.

Ia pun melanjutkan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok bahan makanan 0,15 persen; kelompok makanan jadi, rokok, minuman, dan tembakau sebesar 0,27 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42 persen; kelompok sandang sebesar 0,54 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,09 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

Dari kota-kota di Indonesia, Inflasi terendah terjadi di Kota Cilegon sebesar 0,01 persen. Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar -0,74 persen dan terendah di Kota Tangerang sebesar -0,01 persen. 

Sedangkan, Inflasi di pedesaan pada bulan Oktober sebesar 0,35 persen dan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,16 persen.

"Inflasi sangat terkendali, masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah 3,5 persen," kata Suhariyanto.

Andil inflasi salah satunya cabe merah kenaikan sebesar 0,09 persen, kemudian beras stabil, kenaikan di beberapa kota sebesr 0,24 persen, imbas inflasi hanya 0,01 persen, imbuh Suhariyanto.

BPS mendata, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 66 Kota mengalami inflasi dan 16 Kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palu sebesar 2,27 persen dan terendah terjadi di Kota Cilegon sebesar 0,01 persen.

Editor: Kurniati
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

10 Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Layak Mendapat Diversi

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20