Pemerintah Berjanji Perbaiki Kawasan Ekonomi Khusus

Contohkan Sulawesi Utara yang mengalami kendala listrik tidak stabil.

BERITA | NASIONAL

Senin, 09 Nov 2015 17:03 WIB

Author

Erric Permana

Pemerintah Berjanji Perbaiki Kawasan Ekonomi Khusus

Ilustrasi: Menko Perekonomian Darmin Nasution saat mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi Keenam (Foto: KBR/Errick P.)

KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengakui masih ada sejumlah masalah yang dialami daerah yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Ia mencontohkan salah satunya yaitu Sulawesi Utara yang mengalami kendala listrik tidak stabil. Karena itu, kata dia, pemerintah berjanji akan memperbaiki sejumlah infrastruktur sekaligus sarana dan prasarana di daerah Kawasan Ekonomi Khusus.

"Lalu saya lihat juga pola pelayaran, ?untuk KEK, kan transportasi harus jalan,untuk barang masuk. Untuk barang keluar, jadi bahan baku harus bisa masuk, dan produk harus bisa keluar, itu ditentukan pelayaran, jd pelayarannya kemana saja," ujar Thomas Lembong di Istana Kepresidenan, Jakarta. Senin (9/11)

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menambahkan perbaikan infrastruktur dan juga transportasi tersebut bisa dilakukan oleh investor ataupun pemerintah. Hal ini pun tergantung kondisi dan kesepakatan.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke VI. Paket tersebut mengaktifkan kembali 8 daerah yang ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus. Di antaranya, Tanjung Lesung (Banten), Seimangke (Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah). 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes