Bagikan:

NTT Usulkan Empat Kawasan Pengembangan Perikanan Terpadu

Empat kawasan itu adalah Solor untuk pengembangan perikanan cakalang dan tuna, Sabu untuk pengembangan garam, Pantar dan Rote Ndao untuk pengembangan rumput laut.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 15 Nov 2015 16:27 WIB

Author

Silver Sega

NTT Usulkan Empat Kawasan Pengembangan Perikanan Terpadu

Ilustrasi - Nelayan melakukan bongkar muat ikan Tuna, Layang dan Cakalang. (FOTO ANTARA)

KBR, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengusulkan empat kawasan pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Abraham Maulaka mengatakan, empat kawasan itu adalah Solor untuk pengembangan perikanan cakalang dan tuna, Sabu untuk pengembangan garam, Pantar dan Rote Ndao untuk pengembangan rumput laut.

"Jadi saya memang ini khusus untuk Solor itukan salah satu pulauĀ  solor itu saya mau untuk pengolahan ini, Tuna dan Cakalang. Kalau untuk ini Sabu itu kita lebih baik garam, Rote Ndao kita arahkan untuk rumput laut, Pantar juga untuk rumput laut, begitu," kata Abraham Maulaka di Kupang Minggu (15/11).

Abraham Maulaka menambahkan, kawasan pengembangan perikanan terpadu itu beroritensi ekspor. Di kawasan itu akan dibangun pelabuhan, armada penangkapan, pengolahan dan lainnya.

Abraham Maulaka mengatakan usulan empat kawasan khusus pengembangan perikanan sudah dibahas di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dia berharap tahun depan pemerintah pusat bisa menyetujui usulan tersebut.


Editor : Sasmito Madrim

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ragam Syarat Beli Minyak Goreng Curah, Efektifkah?