Tak Ingin Rugi Ikut G20? Jokowi Harus Lakukan 3 Hal Ini

KBR, Jakarta - Pengamat Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana menilai banyak ruginya jika Indonesia tetap bergabung di komunitas 20 negara ekonomi utama. Makanya, jika ingin keluar dari kelompok itu, bisa dipertimbangkan.

NASIONAL

Kamis, 13 Nov 2014 08:27 WIB

Author

Nurika Manan

Tak Ingin Rugi Ikut G20? Jokowi Harus Lakukan 3 Hal Ini

Jokowi, G20, ekonomi

KBR, Jakarta - Pengamat Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana menilai banyak ruginya jika Indonesia tetap bergabung di komunitas 20 negara ekonomi utama. Makanya, jika ingin keluar dari kelompok itu, bisa dipertimbangkan.

Namun Hikmahanto menyarankan Pemerintah Presiden Joko Widodo tidak perlu terburu-buru memutuskan keluar dari G20. Indonesia tetap bisa menjadi bagian dari G20. Namun ada syaratnya.

Dia menyebutkan, Indonesia harus vokal dalam setiap pertemuan. Kedua, Jokowi harus menyuarakan kepentingan negara berkembang, termasuk Indonesia sendiri.

"Ketiga kerjasama itu harus diakomodasi oleh kepala pemerintahan di forum itu. Nah apakah dia mau merepresentasikan negara berkembang? Apakah kepentingannya terakomodasi nggak?" kata Hikmahanto saat dihubungi KBR, Kamis (13/11).

Kata Hikmahanto, selama ini dengan aktifnya Indonesia ikut G20, malah banyak ruginya. "Karena kalau 3 hal itu. Dibanding kita datang, dan kita menyiapkan. Lebih banyak ruginya," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai sektor kelautan tidak perlu ikut serta dalam kelompok 20 negara maju G-20. Menurutnya, kerja sama negara maju tersebut tidak membawa manfaat ekonomi bagi sektor kelautan Indonesia. Susi sudah menyurati Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Presiden Joko Widodo mengenai usulan ini.

Susi menyebutkan impor hasil perikanan dan kelautan Indonesia dibebani tarif 14 persen.Ekspor ikan tuna Indonesia mencapai US$700 juta. Karena dikenai tarif impor, Indonesia kehilangan pendapatan US$105 juta. Begitu juga dengan komoditas udang. Indonesia kehilangan US$150 juta dari total ekspor US$ 1,5 miliar.

Maka itu, Indonesia lebih baik keluar dari kelompok G20. Susi mengatakan lebih baik menjadi negara berkembang agar memperoleh pemasukan yang signifikan.

Indonesia sendiri gabung ke G20 sejak 2009. Anggota G20 ini di antaranya Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Perancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Turki, Inggris, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Saudi Arabia, dan Afrika Selatan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada