Soal Berkas Pembunuh Munir, Kejagung : No Comment

KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung Kejagung enggan berkomentar terkait pernyataan Jurnalis Amerika Allan Nairn yang meminta Kejagung melanjutkan kembali penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat, termasuk mengungkap pembunuhan Munir.

NASIONAL

Kamis, 06 Nov 2014 18:08 WIB

Author

Eli Kamilah

Soal Berkas Pembunuh Munir, Kejagung : No Comment

Allan Nairn, munir, HAM, jokowi

KBR, Jakarta - Kejaksaan Agung Kejagung enggan berkomentar terkait pernyataan Jurnalis Amerika Allan Nairn yang meminta Kejagung melanjutkan kembali penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat, termasuk mengungkap pembunuhan Munir.

Menurut Allan, Kejagung bisa saja meminta dokumen kerjasama Badan Intelijen Negara (BIN) dengan CIA. Juru Bicara Kejagung Tony Spontana ketika dihubungi KBR menolak berkomentar terkait hal itu.

"Ah itu sementara no comment ya, kemarin kan sudah ada yang menyampaikan, nanti doorstop aja," tolak Tony saat dihubungi KBR, Kamis (6/11).

Sebelumnya Allan Nairn menyatakan, pemerintah melalui Presiden, Kejaksaan Agung, dan Komnas HAM bisa saja meminta dokumen kerjasama Badan Intelijen Negara (BIN) dengan CIA untuk mengungkap kasus pembunuhan warga sipil di Indonesia. Semisal kasus Timor Timor 99, Talangsari 89 dan pembunuhan Munir.

Pasalnya, dokumen itu bakal mengungkap adanya kerjasama antara BIN dan CIA terkait pelatihan militer, pemberian senjata dan juga uang kepada tentara di Indonesia yang belakangan diketahui justru merugikan warga sipil. Di situlah menurut Allan, CIA tidak bisa lepas tangan atas terjadinya kasus pembunuhan warga sipil di Talangsari Lampung, Timor-Timor dan pembunuhan aktivis HAM Munir.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode