Setelah Hendropriyono, Allan Nairn Tantang Wiranto dan Ryamizard Bongkar Kasus Pelanggaran

KBR, Jakarta - Jurnalis Investigasi Asal Amerika Serikat Allan Nairn meminta Wiranto dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk bisa bertemu dengan dirinya. Dia ingin menanyai sejumlah kasus pelanggaran HAM yang dituduhkan ke kedua pensiunan jenderal

NASIONAL

Kamis, 06 Nov 2014 10:35 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

Setelah Hendropriyono, Allan Nairn Tantang Wiranto dan Ryamizard Bongkar Kasus Pelanggaran

Komnas HAM, Jokowi, hendropriyono, talangsari

KBR, Jakarta - Jurnalis Investigasi Asal Amerika Serikat Allan Nairn meminta Wiranto dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk bisa bertemu dengan dirinya. Dia ingin menanyai sejumlah kasus pelanggaran HAM yang dituduhkan ke kedua pensiunan jenderal itu.

Sebelumnya, Allan membongkar pengakuan Prabowo Subianto soal penculikan aktivis 1998. Terakhir Allan membongkar pengakuan bekas Kepala BIN Hendropriyono soal berbagai kasus pembunuhan.

Allan mengungkapkan Hendropriyono mengaku bertanggungjawab secara komando dalam pembunuhan aktivis HAM Munir. Selaini itu Hendro juga mengaku jika ada hubungan kuat antara BIN dan CIA dalam pembunuhan Munir. Hendro juga bersedia membuka dokumen internal pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terkait kasus pembunuhan Munir, pendudukan Timor Timur, dan pembantaian Talangsari.

"Kalau Wiranto mau jumpa saya, baik lah. Kalau Ryamizard mau, baik. Kalau orang CIA yang ingin bicara yang bekerjasama dengan Hendro, baik lah. Itu lah program saya," kata Allan kepada KBR di Gedung KBR, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (5/11).

Allan berulang kali mengatakan jika Presiden Joko Widodo saat ini dikelilingi para pelanggar HAM. Bahkan Allan menyebut Jokowi dikelilingi pembunuh.

"Dalam kampanye itu, banyak saya bilang, Jokowi dikelilingi seorang pembunuh. Saya bilang ada jenderal-jenderal seperti Hendro, Wiranto, Ryamizard, Sutiyoso, Sjafrie (bekas Wamenhan Sjafrie Syamsuddin) dan banyak yang lain-lain. Harus diadili semua," kata Allan.

Allan mengaku berusaha memewancarai orang-orang yang dia sebut itu. Namun Allan mengaku sudah mewawancarai beberapa jenderal terkait pelanggaran HAM di Indonesia. Hanya saja dia belum membukanya.

"Ada yang lain, tapi masih offtherecord. Tapi Hendro itu di antara. (Berapa banyak) Ada, tapi cukup banyak," kata dia.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17