Setara Institute Dukung RUU Perlindungan Umat Beragama

LSM Setara Institute menemui Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin untuk menyampaikan empat hal penting soal toleransi dan keberagaman.

NASIONAL

Senin, 10 Nov 2014 17:43 WIB

Author

Yudi Rachman

Setara Institute Dukung RUU Perlindungan Umat Beragama

menteri agama, Lukman Hakim Syaifuddin, setara

KBR, Jakarta -  LSM Setara Institute menemui Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin untuk menyampaikan empat hal penting soal toleransi dan keberagaman. 


Direktur Eksekutif Setara Institute Hendardi mengatakan, empat hal yang disampaikan itu adalah mendukung pemerintah yang ingin menerbitkan rancangan Undang-undang perlindungan umat beragama. Kata Hendardi, Setara Institute juga memberikan masukan berupa draft undang-undang yang bisa digunakan pemerintah dalam melengkapi RUU tersebut.


"Sangat mendukung ya, meskipun titik tolak Setara dan Menteri Agama berbeda, soal tata cara pendirian rumah ibadah, di lapangan menjadi justifikasi menghalangi hak warga mendirikan rumah ibadah. Kami sudah menyusun legal draft atas respon putusan Mahkamah Konstitusi, legal draft tadi kita sudah serahkan ke Menteri Agama,” jata Hendardi. 


Hendardi menambahkan, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai wacana penghapusan kolom agama di KTP elektronik. 


Kata Hendardi, dalam pertemuan itu, ada perbedaan sikap antara Setara Institute dan Menteri Agama. Menteri Agama meminta agar penghapusan kolom agama di KTP sesuai konstitusi dan Undang-Undang. Karena menurut Lukman, pencantuman kolom agama di KTP juga sesuai amanat perundangan. 


Selain itu, Setara Institute juga meminta Menteri Agama untuk mendukung dan hadir dalam acara Hari Toleransi Sedunia sebagai bentuk dukungan dari pemerintah terhadap toleransi dan kebebasan beragama.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17