Ombudsman Minta Jokowi Selaraskan Program Kartu Sakti

Ombudsman menyarankan agar Presiden Joko Widodo menyelaraskan program Kartu Indonesia Sehat dengan program kartu yang dimiliki pemerintah daerah.

NASIONAL

Minggu, 23 Nov 2014 10:40 WIB

Author

Indra Nasution

Ombudsman Minta Jokowi Selaraskan Program Kartu Sakti

kartu, program, jokowi, daerah

KBR, Jakarta- Ombudsman menyarankan agar Presiden Joko Widodo menyelaraskan program Kartu Indonesia Sehat dengan program kartu yang dimiliki pemerintah daerah.

Hal ini menyusul temuan Ombudsman terkait 60 daerah yang memiliki program serupa dengan kartu sakti Jokowi tersebut. Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana mengatakan hal ini akan mengakibatkan anggaran ganda, dari pemerintah pusat dan daerah. Jika ini terjadi maka justru akan memboroskan anggaran.

"Sarannya adalah untuk menselaraskan, ini kan ada kurang selaras kebijakan pusat dan daerah. Jadi karena kebijakan pusat lebih tinggi dari pada daerah, kami mohonkan di daerah itu selaraskan. Supaya menghilangkan mungkin terjadi doble anggaran mungkin terjadi kebingungan di publik," kata Danang kepada KBR

Sebelumnya, Ketua Ombudsman Danang Girindra Wardhan menyebut kartu sakti yang diluncurkan Presiden Jokowi tumpang tindih dengan kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menerbitkan program serupa.

Menurut data Ombudsman, ada sekitar 60 daerah yang memiliki program serupa dengan kartu sakti Jokowi. Diantaranya di DKI Jakarta, Solo, dan Bali. Setiap daerah kata dia, menganggarkan dana Rp 70 miliar hingga Rp 80 miliar untuk program tersebut.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme