Ngaku Kawan Munir, Allan Nairn Mendadak Ditelepon Hendropriyono

KBR, Jakarta - "Saya ingin orang-orang yang membunuh Munir harus dipenjarakan seumur hidup," begitu kata Jurnalis asal Amerika Serikat Allan Nairn begitu pamit pulang setelah mewawancarai bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, 16 Oktober

NASIONAL

Kamis, 06 Nov 2014 14:32 WIB

Author

Pebriansyah Ariefana

Ngaku Kawan Munir, Allan Nairn Mendadak Ditelepon Hendropriyono

Allan Nairn, munir, HAM, jokowi

KBR, Jakarta - "Saya ingin orang-orang yang membunuh Munir harus dipenjarakan seumur hidup," begitu kata Jurnalis asal Amerika Serikat Allan Nairn begitu pamit pulang setelah mewawancarai bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono, 16 Oktober lalu. Dengan suasana yang tidak enak, Hendro pun mengucapkan terimakasih dan Allan meninggalkan rumah bekas penasinat Tim Transisi Jokowi-JK itu.

Itu salah satu potongan kisah Allan saat memawawancarai Hendro. Isi wawancara itu menarik, karena Hendro mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan Aktivis HAM Munir Said Thalib 2004 lalu. Saat itu Hendro sebagai Kepala BIN, dan BIN disebut sebagai otak pembunuhan Munir.

Kepada KBR, Allan bercerita di akhir 1,5 jam wawancaranya dengan Hendro saat itu suasananya tidak enak. Saat pamit pulang, Allan mengatakan jika Munir adalah temannya. Dia pun bilang, pembunuh Munir harus dihukum penjara seumur hidup.

"Hendro langsung bilang 'terimakasih'. Dia berdiri, dia keluar dari ruang dan saya terus keluar dari rumah Hendro," kisah Allan di Gedung KBR Jakarta, Rabu (5/11).

Selama 20 menit perjalanan menjauh dari Rumah Hendro di Jakarta, ponsel Allan pun berbunyi. Dia kaget kalau ditelepon Hendro. Allan diminta kembali ke rumah Hendro.

"Hendro bilang 'ayo balik lagi ke rumah'. Saya bilang 'okay'. Jadi saya balik lagi ke rumah. Kali ini pindah ke kamar (ruangan) lain di rumah besar itu. Kali ini dia kelilingi ajudan-ajudannya dan keluarga," cerita Allan.

Allan merasakan raut wajah Hendro agak kurang bersahabat dalam sesi pertemuan kedua Allan, 16 Oktober itu. Allan mengatakan Hendro banyak bicara soal Munir dan Suciwati, istri Munir.

"Saya bisa sebut bahwa dia bicara aneh menurut saya. Dia bicara tentang Suciwati dan dia bicara tentang perasaan dia atas soal Munir. Dia juga bicara tentang Komnas HAM, Komisi Kebenaran Timor-Timur, Tim Pencari Fakta Munir bilang bahwa semua lembaga itu panggil dia dan setiap kali dia menolak," papar Allan.

Bagaimana raut wajah Hendro saat bicara soal Suciwati? Emosi? Allan tidak berani menyimpulkan apakah Hendro dalam keadaan marah atau tidak.

"Bukan marah bukan simpati. (Dia) seperti cari jalan (untuk) 'mencuci tangan'," ungkap Allan.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 15

Menguasai Manajemen Amarah

Kabar Baru Jam 7

Wacana Jokowi Presiden 3 Periode