Menteri Hanief Akan Buat Sistem Layanan TKI Online

KBR, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri akan membuat pelayanan TKI berbasis online. Data-data ini bisa berupa tempat dan lokasi penampungan, serta data dan lokasi TKI di negara tujuan.

NASIONAL

Sabtu, 08 Nov 2014 19:35 WIB

Author

Rio Tuasikal

Menteri Hanief Akan Buat Sistem Layanan TKI Online

Hanief Dhakiri, buruh migran, TKI, PJTKI, tenaga kerja

KBR, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri akan membuat pelayanan TKI berbasis online. Data-data ini bisa berupa tempat dan lokasi penampungan, serta data dan lokasi TKI di negara tujuan.

Hanif berharap, masyarakat bisa mudah mengawasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Saat ini sistem pelayanan TKI berbasis online itu masih dirancang.

"Kita juga akan buka, akan transparankan, akan buat jadi lebih akuntabel itu melalui tata kelola yang berbasis online atau e-governance," kata Hanif di Jakarta, Sabtu (8/11) siang.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri juga meminta masyarakat aktif mengawasi penempatan TKI yang ada di daerah sekitar. Masyarakat bisa melaporkan tempat-tempat yang diduga jadi penampungan ilegal TKI.

Hanief juga mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri keluar negeri jika tidak punya kemampuan bekerja yang baik.

Sebelumnya Menteri Hanief sempat inspeksi mendadak ke sebuah tempat penampungan TKI di Tebet, Jakarta. Dalam aksinya itu Hanief terpaksa memanjat pagar rumah, karena tidak dibukakan pintu oleh pemilik perusahaan. (Baca: Menaker: Kasus TKI, Kita Selesaikan Hulunya Dulu)

Perusahaan penyalur TKI itu dianggap lalai menjalankan aturan, khususnya dalam memperlakukan calon TKI secara manusiawi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

KPK Hentikan Puluhan Penyelidikan Kasus Korupsi

Sulap Limbah Jadi Produk

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13