Mampukan Jokowi Bebaskan Riau dari Asap di 2015?

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengatasi kebakaran hutan. Dia menargetkan, tahun 2015 tidak terjadi lagi kebakaran hutan.

NASIONAL

Jumat, 28 Nov 2014 07:48 WIB

Author

Sasmito

Mampukan Jokowi Bebaskan Riau dari Asap di 2015?

Jokowi, riau, asap

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengatasi kebakaran hutan. Dia menargetkan, tahun 2015 tidak terjadi lagi kebakaran hutan.

Juru Bicara Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Eka Widodo menjelaskan Jokowi menginstruksikan Riau harus bebas asap tahun depan. Maka itu Jokowi meminta untuk mencabut izin perusahaan bermasalah di Riau. Terutama perusahaan yang menyebabkan kebakaran hutan.

"Tindakan kongkrit, kita akan segera turun ke lapangan. Tidak ada lagi akan koordinasi dengan Pemda. Presiden menggariskan 2015 ini bebas asap," jelas Eka saat dihubungi KBR, Jumat (28/11).

Sebelumnya, pasca blusukan asap di Kabupaten Meranti, Jokowi memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya mengevaluasi izin perusahaan-perusahaan yang telah mengubah kawasan gambut menjadi hutan tanaman monokultur atau perkebunan sawit. Tindakan itu harus dilakukan untuk mempertahan hutan hujan tropis yang tersisa di Indonesia. Tidak hanya di Riau, langkah ini juga akan diterapkan di provinsi-provinsi lain dengan kasus serupa.

Kemenhut-LH pun akan moratorium terhadap penerbitan izin hutan tanaman industri akan diberlakukan sambil melakukan evaluasi terhadap izin yang dinilai bermasalah. Jokowi juga meminta bupati setempat memperhatikan penutupan kanal.


Hal ini penting karena untuk menampung air dan membuat lahan gambut selalu basah sehingga kebakaran hutan bisa diminimalisir. Sebelumnya perusahaan HTI tersebut telah membangun kanal-kanal yang berdampak air mengalir ke laut dan lahan gambut menjadi kering.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18