Konversi BBM ke Gas pada Nelayan Hemat Ongkos Melaut

KBR, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan penghematan atas konversi energi BBM ke gas pada nelayan bisa menghemat ongkos melaut sebesar Rp 180 ribu.

NASIONAL

Sabtu, 22 Nov 2014 09:51 WIB

Author

Nur Azizah

Konversi BBM ke Gas pada Nelayan Hemat Ongkos Melaut

nelayan, konversi bbm, gas

KBR, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan penghematan atas konversi energi BBM ke gas pada nelayan bisa menghemat ongkos melaut sebesar Rp 180 ribu. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, rencana konversi BBM ini bakal dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka akses pembiayaan bagi nelayan. Pembiayaan tersebut juga bisa berupa pemberian alat tangkap modern, fasilitas mesin es dan pasar ikan. Susi menjanjikan  segera mengkoordinasikan langkah tersebut kepada Presiden Joko Widodo. (Baca: Kartu BBM Nelayan Tradisional Harus Tepat Sasaran)

"Karena nelayan ini dianggap UMKM dan mikro. Nha ini juga possibility besar bagi nelayan yang punya problem tempo hari di Kalimantan juga di beberapa daerah tentang penggunaan elpiji, konversi ke gas yang 3 kilo. Itu berarti penghematan nelayan sekitar Rp 180 ribuan sekali melaut. Nanti kita tinggal menghadap pak Presiden bahwa OJK sebetulnya di Undang undang Keuangan itu nelayan masuk usaha mikro," kata Susi dalam Konferensi Pers, Jumat (21/11).

Per Agustus 2014, pembiayaan sektor kelautan dan perikanan tercatat hanya Rp 15 triliun. Angka ini jauh berbeda dengan kredit perbankan yang tembus hingga Rp 3.528 triliun. Rencananya OJK akan meresmikan pasar keuangan rakyat dan berdirinya lembaga keuangan mikro nelayan pada 17 Desember mendatang di Indramayu, Jawa Barat. (Baca: Menteri Susi Minta KPK Kawal Kebijakan Perikanan)

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19