Komnas HAM Bakal Minta Dokumen BIN dan CIA Terkait Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM akan meminta dokumen dari Badan Intelejen Negara (BIN) dan badan intelejen Amerika Serikat CIA terkait kasus pelanggaran HAM berat, salah satunya kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

NASIONAL

Kamis, 06 Nov 2014 08:14 WIB

Author

Antonius Eko

Komnas HAM Bakal Minta Dokumen BIN dan CIA Terkait Pelanggaran HAM Berat

komnas HAM, hendropriyono

Komnas HAM akan meminta dokumen dari Badan Intelejen Negara (BIN) dan badan intelejen Amerika Serikat CIA terkait kasus pelanggaran HAM berat, salah satunya kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. 


Komisioner Komnas HAM, Nurcholis mengatakan, untuk meminta dokumen seperti itu Komnas harus menghubungi Jaksa Agung sebagai pihak yang menyidik kasus-kasus HAM berat. 


Sayangnya, menurut Nurcholis, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, respon Jaksa Agung untuk kasus-kasus seperti ini tak begitu bagus. 


“Dari pengalaman sebelumnya, untuk permohonan data dan pengumpulan bukti pelanggaran HAM berat, respon dari kejaksaan tidak ada. Meski ada UU yang mengatur tapi kami tetap tak punya daya paksa,” kata Nurcholis. 


Nurcholis menambahkan, kunci dari penuntasan kasus pelanggaran berat adalah  political will pemerintah. Menurutnya, kalau presiden serius maka dengan bisa memerintahkan kejaksaan agung untuk mempermudah pengungkapan kasus ini. 


Sebelumnya, Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn menyatakan, pemerintah melalui presiden, Kejaksaan Agung, dan Komnas HAM bisa saja meminta dokumen kerjasama Badan Intelijen Negara (BIN) dengan CIA untuk mengungkap kasus pembunuhan warga sipil di Indonesia. Semisal kasus Timor Timor 99, Talangsari 89 dan pembunuhan Munir.


Pasalnya, dokumen itu bakal mengungkap adanya kerjasama antara BIN dan CIA terkait pelatihan militer, pemberian senjata dan juga uang kepada tentara di Indonesia yang belakangan diketahui justru merugikan warga sipil. 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10