Komnas HAM: Pengakuan Allan Nairn Sama Posisinya dengan Keterangan Korban

Komnas HAM berencana memanggil jurnalis Amerika Serikat Allan Nairn terkait wawancaranya dengan Hendropriyono. Dalam wawancara itu Hendro mengaku bertanggungjawab secara komando terhadap pembunuhan Munir (2004). Saat itu, Hendro menjabat sebagai Kepapa BI

NASIONAL

Senin, 03 Nov 2014 09:42 WIB

Author

Antonius Eko

Komnas HAM: Pengakuan Allan Nairn Sama Posisinya dengan Keterangan Korban

allan nairn, hendropriyono, munir, pelanggaran HAM

Komnas HAM berencana memanggil jurnalis Amerika Serikat Allan Nairn terkait wawancaranya dengan Hendropriyono. Dalam wawancara itu Hendro mengaku bertanggungjawab secara komando terhadap pembunuhan Munir pada tahun 2004. Saat itu, Hendro menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Selain itu, Hendro juga mengungkap beberapa kasus pelanggaran HAM berat lainnya, seperti kasus Talangsari. 


Komisioner Komnas HAM, Nurcholis mengatakan, informasi yang didapat dari Allan akan disesuaikan dengan hukum nasional sebelum bisa dinyatakan sebagai bukti baru. Tapi Komnas HAM memastikan, pernyataan Hendropriyono dalam wawancara dengan Allan bisa menjadi  informasi awal untuk tindak lanjut berikutnya.


Nurcholis menjelaskan, ada harapan lebih dari keterangan Allan  yang disetarakan posisinya dengan suara korban. Selama ini pengungkapan kasus pelanggaran HAM terhenti karena tak ada kemauan politik dari Pemerintah, "Sehingga kalau ada keterangan baru, ini bisa menjadi harapan baru untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Nurcholis. 


Komnas HAM juga memastikan bakal ada pertemuan dengan Allan Nairn soal ini hari ini pada pukul 3 sore.  


Allan Nairn menyebut bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono mengaku bertanggungjawab secara komando dalam pembunuhan aktivis HAM Munir. Pengakuan Hendro itu keluar dalam sebuah wawancara dengan Allan pada pertengahan Oktober lalu di kediaman Hendro. Dalam wawancara Allan tersebut, Hendro juga menyebut jika masalah kasus pembunuhan Munir bisa memberi masalah untuk CIA, TNI dan Presiden Jokowi.


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia