Kemenag Serukan Perdamaian di Hari Toleransi

KBR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak seluruh warga Indonesia kembali menjunjung toleransi antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

NASIONAL

Sabtu, 15 Nov 2014 16:07 WIB

Author

Rio Tuasikal

Kemenag Serukan Perdamaian di Hari Toleransi

hari toleransi, perdamaian, kementerian agama

KBR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak seluruh warga Indonesia kembali menjunjung toleransi antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan ini disampaikan Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag, Mubarok jelang perayaan Hari Toleransi yang diperingati setiap tanggal 16 Nopember. Pemerintah juga mengajak warga menolak kekerasan atas nama perbedaan agama lantaran tidak menyelesaikan masalah. (Baca: Begini Cara LSM Keberagaman Rayakan Hari Toleransi Internasional)

"Kalau ada hal-hal yang tidak disepakati, marilah kita bisa duduk bersama, bicara, dan musyawarah. Saya kita itulah yang diatur dalam aturan negara kita," ujar Mubarok ketika dihubungi KBR, Sabtu (15/11) siang. "Kita harus menyadari bahwa di sekitar kita itu banyak hal yang beragam, banyak perbedaan. Tapi kita harus menyikapi perbedaan itu dengan arif dan bijaksana. Kita harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan hak-haknya sebaik-baiknya," tambah Mubarok (15/11).

Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag, Mubarok, mengatakan tahun ini intitusinya tidak memiliki agenda khusus untuk Hari Toleransi. Kementerian Agama akan mengadakan peringatan untuk Hari Kerukunan yang dirayakan setiap 3 Januari.

Organisasi kebebasan beragama Setara Institute, CRCS UGM, dan the Wahid Institute mencatat intoleransi di Indonesia terus naik. The Wahid Institute menyatakan pada 2013 ada 245 kasus kebebasan beragama. Angka ini turun dari tahun 2012 yang mencapai 278 kasus. Sementara tiga tahun sebelumnya angka ini terus naik.  Yaitu pada tahun 2009 sebanyak 121, 2010 sebanyak 184 kasus, dan 2011 sebanyak 267 kasus.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme