Kekerasan Wartawan, Tim Kompolnas Ke Makassar

KBR, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bakal menurunkan tim investigasi terkait kekerasan saat unjukrasa penolakan rencana penaikan BBM di kampus Universitas Negeri Makassar.

NASIONAL

Sabtu, 15 Nov 2014 09:53 WIB

Author

Indra Nasution

Kekerasan Wartawan, Tim Kompolnas Ke Makassar

wartawan, kekerasan, kompolnas, bbm

KBR, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bakal menurunkan tim investigasi terkait kekerasan saat unjukrasa penolakan rencana penaikan BBM di kampus Universitas Negeri Makassar. (Baca: Polisi Selidiki Pemukulan Wartawan Di Makassar)

Anggota Kompolnas Edi Hasibuan mengatakan, lembaganya  akan mengawal proses hukum sejumlah polisi yang bertindak represif terhadap wartawan. Dia berharap,  proses hukum dapat berjalan adil bagi semua pihak.

"Saya kira kami sangat layak untuk hadir di sana di Makasar kalau lihat situasi yang ada, kami minta selalu selalu mengedepankan pendekatan persuasif tidak refresif, seperti yang terjadi kemarin itu, kedepeankan pendekatan persuasif kepada yang menyampaikan aspirasi," kata Edi kepada KBR (15/11)

Sebelumnya, Kapolri Sutarman sudah meminta maaf atas tindak kekerasan dari anggota kepolisian Makassar saat mengamankan unjukrasa penolakan dari rencana penaikan harga BBM subsidi. Bahkan, beberapa oknum polisi juga menghajar wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan. (Baca: AJI Minta Polisi Tuntaskan Kasus Penyerangan Wartawan)

Sutarman menegaskan, kekerasan terhadap wartawan itu tidak dibenarkan dan merupakan pelanggaran hukum. Dia menjamin akan memberikan sanksi kepada anggotanya tersebut. Sementara itu, puluhan wartawan diberbagai daerah sejak kemarin berunjukrasa mengecam aksi kekerasan jurnalis di Makassar. Mereka menilai, aparat keamanan telah melanggar UU Pers karena menghalangi wartawan saat peliputan dan bertindak kekerasan.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

News Beat

Kabar Baru Jam 8

What's Up Indonesia

News Beat