covid-19

Hajriyanto Thohari: Saya Tidak Ikut Membentuk Presidium Penyelamatan Golkar

KBR, Jakarta - Hajriyanto Thohari merasa tidak ikut dalam pembentukan presidium penyelamatan Partai Golkar penentang Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai berlambang beringin itu. Meski Thohari didapuk sebagai anggota presidium yang dikomandani Agung

NASIONAL

Kamis, 27 Nov 2014 09:54 WIB

Author

Dimas Rizki

Hajriyanto Thohari: Saya Tidak Ikut Membentuk Presidium Penyelamatan Golkar

golkar, rusuh

KBR, Jakarta - Hajriyanto Thohari merasa tidak ikut dalam pembentukan presidium penyelamatan Partai Golkar penentang Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai berlambang beringin itu. Meski Thohari didapuk sebagai anggota presidium yang dikomandani Agung Laksono.

Thohari menjelaskan namanya langsung dicatut menjadi anggota presidium. Padahal sebelumnya tidak ada pertemuan sebelum pembentukan itu.
 
"Pertama saya tidak ikut di dalam pembentukan Presidium Penyelamatan yang dibentuk pada waktu rapat pleno DPP Parta Golkar kemarin. Kebetulan saya tidak hadir dalam rapat pleno tersebut. Iya saya ditunjuk karena memang selama ini kami melakukan komunikasi yang cukup intensif dengan tujuh caketum yang lain. Tetapi saya tidak pernah mendengar dalam pertemuan yang intensif tersebut rencana apalagi rancangan untuk membentuk Presidium Penyelamatan itu," kata Thohari kepada KBR, Kamis (27/11).

Presidium itu terbentuk dalam rapat pleno penentuan tempat Musyawarah Nasional Golkar di Kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Selasa (25/11) sore. Rapat pleno itu rusuh. Agung pun menjadi 'penyelamat'.

Agung menjadi Ketua Presidium. Agung mempunyai anggota Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Thohari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang Kartasasmita, Yorrys Raweyai, Agun Gunanjar Sudarsa dan Ibnu Munzir.

Thohari menjelaskan jika dirinya tidak terlalu mendukung pembentukan presidium itu untuk menjegak Ical. Terlebih kubu Agung Laksono ingin menjalankan Mukernas Golkar tandingan untuk memilih ketua umum Golkar baru.

"Berkenaan dengan isu pengalihan dukungan apa koalisi atau oposisi saya sejak awal berbeda dari beberapa teman yang maju dalam munas untuk calon ketua umum itu. Saya sering berdiskusi dan diskusi saya biasa-biasa saja, bahkan ketika pertemuan yang sifatnya publik, sebuah sarasehan atau diskusi saya mengatakan saya sedang mencoba merumuskan semacam jalan ketiga bagi Partai Golkar," jelasnya.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7