Fitra: Jokowi Harus Hentikan Kartu Sakti

LSM Pemantau anggaran Fitra, meminta Presiden Joko Widodo menghentikan program Kartu Indonesia Sehat yang sudah berjalan.

NASIONAL

Minggu, 23 Nov 2014 12:22 WIB

Author

Indra Nasution

Fitra: Jokowi Harus Hentikan Kartu Sakti

kartu, program, jokowi, daerah

KBR, Jakarta- LSM Pemantau anggaran Fitra, meminta Presiden Joko Widodo menghentikan program Kartu Indonesia Sehat yang sudah berjalan. Ini terkait temuan Ombudsman terkait 60 daerah yang memiliki program serupa dengan kartu sakti Jokowi.

Koordinator Advokasi Dan Investigasi LSM Fitra Uchok Sky Khadafi mengatakan, Jokowi harus mempersiapkan secara matang terlebih dahulu sebelum meluncurkan kartu tersebut. Salah satunya mempersiapkan pelayanan rumah sakit yang maksimal sehingga bisa melayani masyarakat. Presiden juga harus mensinkronkan kartunya yang serupa dengan program kepunyaan pemerintah daerah.

"Sebelum kartu sehat itu disosialisasikan, sebelum kartu sehat itu diberi kepada masyarakat, pemerintah itu harus memberikan anggaran untuk rumah sakit untuk memperbaiki, melatih dokter, menambah dokter. Itu yang penting karena masyarakat itu ada yang memang terdapat kartu sehat atau yang bayar iuran sendiri. Kita punya itu tidak ada gunanya karena pelayanannya itu menunggu," kata Uchok kepada KBR.

Sebelumnya, Ketua Ombudsman Danang Girindra Wardhana, kartu sakti yang diluncurkan Presiden Jokowi tumpang tindih dengan kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menerbitkan program serupa. Menurut data Ombudsman, ada sekitar 60 daerah yang memiliki program serupa dengan kartu sakti Jokowi. Diantaranya DKI Jakarta, Solo, dan Bali.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Waspada Beragam Modus Perdagangan Orang

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12