Belum Penuhi Syarat Penangguhan, Penghina Presiden Masih Ditahan

Kepolisian Indonesia (Polri) masih menahan MA alias Imen, tersangka penghina Presiden Jokowi, meski telah ada permohonan penangguhan.

NASIONAL

Minggu, 02 Nov 2014 14:13 WIB

Author

Ninik Yuniati

Belum Penuhi Syarat Penangguhan, Penghina Presiden Masih Ditahan

hukum, kriminal, hina presiden, penangguhan

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia (Polri) masih menahan MA alias Imen, tersangka penghina Presiden Jokowi, meski telah ada permohonan penangguhan.


Juru bicara Polri Ronnie Sompie beralasan, masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sesuai dengan kitab hukum acara pidana. Namun, ia enggan merinci persyaratan yang dimaksud. Senin besok, penyidik akan melakukan gelar perkara guna mengecek terpenuhinya persyaratan tersebut.

"Apabila sudah terpenuhi semua persyaratan sesuai dengan persyaratan pasal 31 KUHAP, maka Kabareskrim Polri akan memberikan penangguhan penahanan, artinya penangguhan penahanan adalah kewenangan penyidik yang diberikan kepada tersangka apabila penyidik menilai semua yang disampaikan melalui permohonan penangguhan penahanan itu bisa tercukupi persyaratan-persyaratannya," kata Ronnie Sompie, (2/11)

Kemarin orang tua MA datang langsung menemui presiden di Istana Merdeka. Mereka meminta maaf atas tindakan anaknya yang menghina presiden mengunggah foto parodi Jokowi yang bernuansa pornografi. Presiden mau memaafkan MA dan memerintahkan kepolisian untuk menangguhkan penahanannya. MA alias Imen yang bekerja sebagai buruh pabrik tusuk sate ini terancam 12 tahun penjara.


Editor: Dimas Rizky


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat