Bebasnya Pollycarpus, Ujian Bagi Jaksa Agung

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pembebasan bersyarat terhadap terpidana pembunuh aktivis HAM Munir, Pollycarpus merupakan ujian untuk Jaksa Agung yang baru, M Prasetyo.

NASIONAL

Sabtu, 29 Nov 2014 21:40 WIB

Author

Rio Tuasikal

Bebasnya Pollycarpus, Ujian Bagi Jaksa Agung

munir, ham, pollycarpus

KBR, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pembebasan bersyarat terhadap terpidana pembunuh aktivis HAM Munir, Pollycarpus merupakan ujian untuk Jaksa Agung yang baru, M Prasetyo. 


Anggota Komnas HAM, Nurcholis meminta Jaksa Agung merespon bebasnya Pollycarpus. Menurut dia, respon tersebut bisa menunjukkan komitmennya terhadap penyelesaian kasus HAM lainnya. 


"Kalau Jaksa Agung ingin jadi pembeda, berbeda dari pendahulu-pendahulunya, dan (menunjukkan) Kejaksaan Agung betul-betul lembaga yang independen di dalam proses penegakkan hukum," ujar Nurcholis saat dihubungi KBR Sabtu (29/11) malam.


"Dalam proses, kita beberapa kali membuat analisis terhadap proses hukum. Dan itu menguatkan hasil TPF bahwa memang kejahatan itu terorganisir," tambah Anggota Komnas HAM, Nurkholis. 


Dia meminta Kepolisian Indonesia dan juga Kejaksaan Agung menangkap otak di balik pembunuhan Munir. Kata dia, Kepolisian dan Kejaksaan Agung bisa membuka kembali laporan Tim Pencari Fakta (TPF) dari Komnas HAM. Di dalam laporan tersebut, Komnas HAM sudah menyebutkan pihak-pihak yang diduga terlibat. 


"Dalam proses, kita beberapa kali membuat analisis terhadap proses hukum. Dan itu menguatkan hasil TPF bahwa memang kejahatan itu terorganisir.” 


Terrpidana pembunuhan Munir, Pollycarpus, dibebaskan bersyarat di Lapas Sukamiskin, Bandung, Sabtu (29/11).  Dia bebas setelah menjalani 8 tahun dari 14 tahun masa hukuman. 


Pollycarpus terbukti bersalah menaruh racun arsenik ke minuman Munir saat mereka transit di Singapura menuju Amsterdam. Meski demikian, dalang pembunuhan ini belum diadili hingga sekarang.


Editor: Antonius Eko

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Ragam Bisnis Sustainable Fashion

Kabar Baru Jam 8

Akses Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas termasuk Orang dengan Kusta